Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

NERACA

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018 mencapi US$ 5 miliar atau naik 10 % dari tahun 2017 yang sebesar US$ 4,52 miliar. Dan ekspor udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan hingga akhir tahun ini, yang mencapai US$ 1,8 miliar, dengan volume 180.000 ton.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Effendi Hardijanto. Saat menghadiri acara Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-16 di JCC Senayan, Jakarta, Jum’at (7/12).

Menurutnya, dalam dua hingga tiga tahun mendatang akan terus berupaya mendongkar peningkatan ekspor udang nasional. “Target kami bisa meningkatkan ekspor udang iagar nilainya bisa mencapai US$ 2,8 miliar untuk dua atau tiga tahun ke depan,” katanya.

Lebih jauh Rifky menjelaskan, agar bisa mencapai nilai ekspor udang sebesar US$ 2,8 miliar, dibutuhkan tambahan volume ekspor udang sebesar 100.000 ton. Untuk itu, PDSPKP tengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP untuk bisa meningkatkan produksi udang budidaya dalam negeri. "Selama ini produksi udang budidaya merupakan penyumbang terbesar ekspor udang nasional yang mencapai 80% dari sisanya dari perikanan tangkap," imbuhnya.

Selain menggenjot produksi udang, Rifky mengatakan, KKP juga menggenjot produksi ikan lainnya seperti tuna yang berada di urutan kedua terbesar penyumbang ekspor. Kemudian untuk cakalang dan tongkol di urutan kelima dan rumput laut di urutan keenam dari segi nilai ekspor tapi kedua dari segi volume.

Adapun untuk pangsa pasar, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar tujuan ekspor udang terbesar Indonesia. Dan di AS ekspor udang dari Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah India. Selain AS, Eropa juga masuk dalam pangsa pasar udang kita. Dan saat ini, Indonesia berada di urutan ke-16 pengekspor udang ke benua biru tersebut. Dengan nilai US$ 84 juta saja dari pasar udang Eropa. Padahal tahun lalu, nilai pasar ekspor udang Uni Eropa mencapai US$ 6 miliar, tapi Indonesia hanya mampu meraup sebesar. “Selain AS, Eropa sangat besar peluangnya, makanya harus kita garap maksimal mulai tahun depan,” tandasnya.

Konsumsi Dalam Negeri

Selain mendongkrak ekspor, menurut Riffky yang tidak kalah penting adalah peningkatan konsumsi ikan dalam negri. Mengingat makan ikan sehat, karena kaya akan protein dan omega 3, makanya konsumsi ikan dalam negeri juga harus terus diperkuat. “Kalau kita bicara sejarah, kenapa Jepan orangnya pintar-pintar karena memang dulu setelah Jepang di bom sama sekutu, lalu hanya bisa makan ikan saat itu. Tapi karena makan ikan orang Jepan jadi pintar-pintar. Makanya kita akan punya bonus demografi generasi emas. Harapannya dengan banyak makan ikan generasi kita bisa lebih pintar-pintar,” ujarnya.

Adapun untuk angka konsumsi ikan nasional tercatat terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 angka konsumsi ikan nasional 43,94 kg/kapita setara ikan utuh segar, meningkat 6,74% dari tahun sebelumnya (41,11 kg/kap), dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 47,34 kg/kapita. Pada tahun 2018 ditargetkan sebesar 50,65 kg/kapita dan tahun 2019 sebesar 54,49 kg/kapita. “Ke depan ayo sama-sama kita gaungkan makan ikan agar kita bisa melahirkan generasi penerus yang pintar,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam rangka mendorong peningkatan konsumsi ikan kepada keluarga dan masyarakat, pada puncak peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) tahun 2018 ini KKP bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Pusat menyelenggarakan Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional ke-16 dengan mengangkat tema menu masakan berbahan baku Ikan Bandeng. Harapannya, ikan Bandeng dapat terus dikenalkan secara luas kepada masyarakat. Peserta lomba masak dari 31 provinsi, yang merupakan perwakilan juara Lomba Masak Ikan Tingkat Provinsi. Adapun Pemenang Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional Ke-16

Kategori Menu Kudapan/Snack adalah: Juara I : Provinsi Sulawesi Tengah, nama resep Pia Likuifaksi Juara II: Provinsi Bengkulu, nama resep Rantang Ruan. Juara III: Provinsi Sumatera Selatan, nama resep Kelapi Ikan. Juara Harapan I: Provinsi Bangka Belitung, nama resep Berbingu. Juara Harapan II: Provinsi Sulawesi Selatan, nama resep Rol Bandeng Daun Kelor

Kategori Menu Balita ; Juara I: Provinsi Kalimantan Selatan, nama resep Batok Kelapa Um Yang Deng. Juara II: Provinsi Maluku, nama resep Mi Goreng Sasakan. Juara III: Provinsi Riau, nama resep Bandeng Sulur Terong Belanda. Juara Harapan I: Provinsi Gorontalo, nama resep Bantal Otanaha.. Juara Harapan II: Provinsi Jawa Timur, nama resep Bandeng Bakar Daun Nanonggi

Juara Favorit: Provinsi Sulawesi Selatan dengan kriteria kerapihan, kebersihan, keharmonisan dalam penataan dan Juara Umum: Provinsi Riau

Selain itu, juga dilakukan Millennial Vlog Kontes untuk usia 16 – 25 tahun dengan tema Menikmati Hidangan Ikan Berbagai Jenis Tuna, Udang dan Patin. Kontes ini sebagai bagian memperingati Hari Ikan Nasional ke-5, telah terselenggara sejak tanggal 21 November s/d 3 Desember 2018 dan telah diumumkan pemenangnya pada 5 Desember 2018 di akun istagram Humas Ditjen PDSPKP dengan pemenang juara 1 Agus Arifin Wijaya dari Kota Malang, juara 2 Sarastri Gustiani dari Kapuas Hulu dan juara 3 Ryan Nugroho dari Yogyakarta.

BERITA TERKAIT

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Infrastruktur Kawasan Perikanan Budidaya Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam penyediaan infrastruktur  bidang…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…