Jamkrindo Syariah Jalin Kerjasama Dengan PT NTB Syariah

Jamkrindo Syariah Jalin Kerjasama Dengan PT NTB Syariah

NERACA

Jakarta – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah melakukan lima jenis kerjasama dengan PT Nusa Tenggara Barat (NTB) Syariah. Penandatanganan kerjasama dua lembaga keuangan tersebut adalah untuk pertama kalinya dilakukan sebagai bagian dari ekspansi pasar di tahun 2019 mendatang.

Adapun ke lima jenis perjanjian kerjasama tersebut adalah Nota Kesepahaman Bersama, Kafalah Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) iB & KUR iB Online, Kafalah Pembiayaan Konsumer, Kafalah Pembiayaan Kontra Bank Garansi (KBG) serta Kafalah Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang /Jasa.

Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo mengatakan kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi Bank NTB Syariah selaku penerima jaminan, bekerjasama dengan Jamsyar akan menambah jumlah customer based. Sebab calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable.“Dengan demikian bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian atau prudential,” kata Gatot di Jakarta, Jumat (7/12).

Menurut dia, dengan pembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya sehingga CAR akan meningkat. Karena CAR diperoleh dari perbandingan antara modal dengan ATMR dimana dengan modal yang tetap, tetapi ATMR menurun maka CAR menjadi lebih besar sehingga kapasitas lending bank menjadi lebih besar. Sedang manfaat untuk Terjamin (debitur yang dijamin) adalah apabila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan pembiayaan dari Bbnk karena persyaratan yang tidak bankable.

Dengan adanya penjaminan persyaratan yang awalnya tidak bankable menjadi bankable, selanjutnya terjamin akan menerima pembiayaan dari bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya. Apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan mengkaver beberapa kali angsuran dari terjamin kepada bank.

“Manfaat untuk Jamkrindo Syariah selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin,” ujar dia.

Ditambahkannya, Dengan kerjasama tersebut Gatot berharap dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian target bisnis baik bagi Jamkrindo Syariah maupun Bank NTB Syariah terutama untuk ekspansi pasar pada tahun 2019.

Adapun target penjaminan PT Jamkrindo Syariah pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 13,8 triliun dengan target laba Rp 18,9 miliar. Sampai dengan posisi 30 November 2018, volume penjaminan telah mencapai Rp 19,29 triliun (139,10% dari RKAP 2018) sedangkan laba pada posisi yang sama telah mencapai Rp 21,7 miliar (115,1 % dari RKAP 2018).

Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PT Jamkrindo Syariah dengan PT Bank Nusa Tenggara Barat Syariah itu sendiri dilakukan di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jl Pejanggik No. 30, Mataram. Perjanjian ditandatangani oleh Gatot Suprabowo dengan Kukuh Rahardjo selaku Direktur Utama

Bank Nusa Tenggara Barat Syariah. Turut hadir diantaranya Achmad Sonhadji, Direktur Operasional PT Jamkrindo Syariah. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Saham CPRI dan HRME Masuk Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menetapkan saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) dan…

Gandeng Kerjasama Tanamduit - Investree Rilis Promo Bonus Reksa Dana

NERACA Jakarta – Guna mengoptimalkan minat masyarakat, khususnya generasi milenial berinvestasi di reksa dana, maka beberapa agen penjual efek reksa…

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jabar Resmi Miliki Tiga Perda Baru

Jabar Resmi Miliki Tiga Perda Baru NERACA Bandung - Provinsi Jawa Barat (Jabar) lewat agenda persetujuan bersama DPRD dan Pemprov…

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi - Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi…

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim akan mengevaluasi pokja…