Teknologi “QR Code” Ubah Perekonomian Indonesia

Oleh : Maria Natasia, GenBI Universitas Negeri Jakarta

Perkembangan dalam dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang sangat pesat, mendorong manusia untuk melangkah lebih berani dalam segala aspek kehidupannya. Banyak orang beranggapan bahwa pengembangan Iptek sebagai solusi dari masalah yang ada. Tak bisa dipungkiri pula bahwa hal ini juga berdampak kepada perekonomian di Indonesia.

Sebagai contoh yaitu kemajuan dalam sistem pembayaran. Pembayaran transaksi keuangan melalui cashless berkembang dengan cepat di Indonesia. Banyak merchant dan tempat berbelanja menggunakan aplikasi teknologi dalam sistem pembayarannya seperti perbankan, PT.KAI, Angkasa Pura, toko online dan aplikasi jasa transportasi (Gojek, Grab). Salah satu pembayaran yang lagi tren di dunia adalah pembayaran melalui QR Code yang hingga saat ini belum ada aturan dan regulasi tetap yang dikeluarkan oleh regulator yaitu Bank Indonesia. BI menargetkan akhir 2018 siap meluncurkan standarisasi pembayaran menggunakan QR Code."Mudah-mudahan (peluncuran standardisasi QR code) bisa tahun ini," ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/9).

Transaksi menggunakan QR Code memiliki manfaat positif karena membuat proses transaksi lebih cepat dibanding penggunaan mesin EDC (Electronic Data Capture). Transaksi pembayaran menggunakan QR Code tengah digandrungi pihak perbankan. Sejumlah bank diketahui sudah menerapkan sistem pembayaran menggunakan kode berbentuk persegi itu. Beberapa bank tersebut antara lain, PT Bank Central Asia (Tbk), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, QR Code merupakan kode batang dua dimensi hasil evolusi kode batang satu dimensi. QR Code memiliki kemampuan penyimpanan data dibanding kode batang satu dimensi. QR Code digunakan pada ponsel yang memiliki pemindai QR Code dan memiliki akses internet untuk menghubungkan ponsel dengan situs yang dituju. Dalam dunia perbankan, QR Code dapat digunakan untuk melakukan pembayaran.

Metode pembayaran menggunakan QR Code diprediksi akan sukses bila diimplementasikan pada perusahaan penyedia layanan yang sudah memiliki ekosistem yang besar dan kuat. Contohnya seperti perusahaan Go-Jek atau Grab. Dengan adanya peraturan yang resmi mengenai pembayaran dengan QR code juga diharapkan bisa turut mengembangkan transaksi ekonomi digital di Indonesia. Apalagi BI juga sedang dalam proses menggenjot penggunaan transaksi ekonomi digital supaya bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Diharapkan teknologi QR Code dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan membawa negeri ini ke arah kemajuan.

Pada prinsipnya, sistem ekonomi digital dinilai dapat membantu dalam menggerakkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang tidak tersentuh oleh jasa perbankan. Selain itu juga mengembangkan perbankan digital serta sistem pembayaran elektronik. Kemudian, menjaga sistem ekonomi digital yang stabil juga menjadi penting lantaran banyak risiko dalam pengelolaannya. Jadi, sistem ekonomi digital diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perekonomian di daerah. Dengan memanfaatkan penggunaan cashless di kota-kota besar, setidaknya Bank Indonesia dapat lebih meminimalisasi pengalokasian uang tunai ke daerah, sehingga ke depan membantu sistem perekonomian di Indonesia yang lebih modern.

BERITA TERKAIT

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…

Sebanyak 13 Negara Belajar Minapadi di Indonesia

  NERACA Yogyakarta - Sebanyak 13  (tiga belas) perwakilan negara-negara Asia-Pasifik belajar minapadi di Indonesia. Ketiga belas negara tersebut yakni…

Pengusaha Suriah Jajaki Bangun Pabrik di Indonesia

NERACA Jakarta – Para pengusaha asal Suriah yang tergabung dalam Arrasyid for Industry and Trade Group menggandeng Kedutaan Besar Republik…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Mewaspadai Politisasi Agama di Tahun Politik

Oleh : Ricky Renaldi, Pengamat Sosial Politik Gerakan politik berpotensi muncul apabila terdapat gerakan massa, tidak hanya dalam gerakan jalan…

Ingat KPK, Ingat Teror Pemberantasan Korupsi

Oleh: Desca Lydia Natalia Menghitung risiko saat bekerja di KPK adalah hal pertama yang dilakukan oleh Laode M Syarif setelah…

Infrastruktur: Katakan Apa Adanya Meski Pahit

Oleh: Sarwani Bank Dunia tengah mendapatkan sorotan publik terkait sikapnya yang plin plan menanggapi laporan yang dibuat oleh lembaga itu…