Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA

Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal pekan ini BEI akan menghentikan sementara perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI). “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham Renuka Coalindo, maka dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham SQMI pada perdagangan tanggal 10 Desember 2018," kata Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Penghentian sementara perdagangan saham SQMI tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham SQMI.

Akhir pekan kemarin, harga saham Renuka Coalindo melonjak 24,60% ke level Rp 785 per saham. Ini adalah level tertinggi saham SQMI sejak Juni 2017. Padahal, saham ini baru saja menyentuh level terendah sepanjang tahun pada 27 November lalu di angka Rp 189 per saham. Dalam 1,5 pekan, harga saham SQMI melonjak 315%. Sebelumnya, SQMI merilis rencana penawaran umum terbatas I (PUT I) sebanyak 18,83 miliar saham, setara dengan 98,43% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan ini menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp 250 per saham. Jadi dalam aksi korporasi ini, SQMI akan meraih dana segar Rp 4,71 triliun.

Pemegang saham yang berhak untuk ikut dalam rights issue ini adalah mereka yang tercatat memiliki saham hingga 18 Januari 2019. Sementara masa perdagangan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada 22-28 Januari 2019. Wilton Resources Holdings Pte Ltd akan menjadi pembeli siaga sebanyak-banyaknya 15,06 miliar saham SQMI. Pembeli siaga dalam PUT I ini akan melaksanakan sebanyak-banyaknya 15,06 miliar saham baru dengan harga penawaran Rp 250 per saham dengan cara pembayaran dalam bentuk lain selain uang (inbreng).

Penyetoran atas saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng) tersebut adalah saham PT Wilton Investment senilai Rp 3,77 triliun. Sementara pemegang saham 80% saham SQMI, Renuka Energy Resource Holdings, tidak akan melaksanakan haknya.

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham Kertas Basuki Rachmat

NERACA Jakarta – Lantaran adanya kabar pembatalan pemberian modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan PT Kertas Basuki…

Puradelta Tebar Dividen Rp 21 Per Saham

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) memutuskan untuk membagikan dividen tunai atas laba bersih 2018…

BEI Kembali Jangkau Masyarakat Sulteng

Dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas lagi, terutama yang terdampak bencana alam gempa bumi pada 29 September 2018 yang lalu,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rugi Mustika Ratu Membengkak 71,21%

Performance kinerja keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) belum membuahkan hasil. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada…

Pefindo Sematkan Rating A- Adhi Karya

Melesatnya pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) belum membawa pengaruhi positif terhadap rating perseroan. Sebaliknya, PT Pemeringkat…

Acset Bukukan Rugi Bersih Rp 90,69 Miliar

NERACA Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan rugi bersih di kuartal pertama 2018 sebesar Rp90,69 miliar, berbalik dibandingkan…