2019, CIMB Niaga Syariah Targetkan Pembiayaan Rp35 Triliun

NERACA

Bogor – Bank CIMB Niaga Syariah menargetkan untuk bisa menyalurkan pembiayaan di 2019 mencapai Rp35 triliun. Hal itu seperti dikatakan Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji Djajanegara saat ditemui dalam media training di Bogor, Jumat (7/12). Angka tersebut terbilang cukup tinggi lantaran perseroan menargetkan pembiayaan di 2018 mencapai Rp25 triliun.

“Hingga September tahun ini, pembiayaan mencapai Rp24 triliun. Diakhir tahun kita targetkan bisa mencapai Rp25 triliun,” jelasnya. Pandji menjelaskan pertumbuhan pembiayaan juga ditopang oleh keterlibatan CIMB Niaga Syariah dalam proyek infrastruktur pemerintah. “Keikutsertaan kami dalam berbagai proyek infrastruktur pemerintah menjadi salah satu kontributor utama yang meningkatkan penyaluran pembiayaan di segmen Business Banking,” ujar Pandji.

Di segmen Consumer Banking, pembiayaan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk disumbang oleh pembiayaan perumahan. “Ini terus tumbuh secara positif,” kata dia. Meski target perseroan dari sisi pembiayaan di 2019 terbilang cukup tinggi, namun Pandji mengaku optimistis hal itu bisa tercapai. “Kesadaran masyarakat untuk beralih ke bank syariah cukup tinggi. Beberapa waktu lalu, ada produsen makanan yang dianggap haram, namun dibuktikan dengan sertifikasi halal MUI dan dikuatkan lagi produsen makanan tersebut beralih menggunakan bank syariah,” jelasnya.

Penghimpunan DPK juga mengalami pertumbuhan 30,3 persen YoY menjadi Rp22 triliun. Agar pertumbuhan DPK semakin positif, Pandji menegaskan pihaknya bakal menggenjot dana murah melalui sejumlah kerja sama penerbitan kartu debit Tabungan iB On Account dengan beberapa pihak. Selanjutnya, UUS ini juga mencatatkan pertumbuhan laba mencapai 45,2 persen. Hingga kuartal III 2018, laba yang diraih bank syariah ini mencapai Rp523,5 miliar.

"Untuk menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis ke depan, kami akan menawarkan produk-produk unggulan kepada nasabah dan menghadirkan inovasi melalui produk-produk baru," terang dia. Pandji melanjutkan melihat kinerja tersebut, pihaknya yakin CIMB Niaga Syariah bakal menjadi peringkat 2 daftar bank syariah terbaik Indonesia. Untuk bisa menduduki peringkat tersebut, menurut Pandji, sebuah bank harus memiliki nilai aset mencapai Rp90 triliun. “Pada 2023 nanti, saya yakin nilai aset kita sebesar itu," kata Pandji.

Pandji mendasarkan keyakinannya pada kinerja perbankan syariah rata-rata sebesar 7,3 persen. Selain itu, kata dia, CIMB Niaga Syariah sudah tergolong bank besar pada 2023 nanti. “Jadi bersamaan dengan spin off," kata dia.

BERITA TERKAIT

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

Badan Kehormatan Dewan Tertibkan Pengawasan Seluruh Anggota - Masukan Program Dalam Paripurna DPRD Kota Depok 2019

Badan Kehormatan Dewan Tertibkan Pengawasan Seluruh Anggota Masukan Program Dalam Paripurna DPRD Kota Depok 2019 NERACA Depok - ‎Badan Kehormatan…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

BNI Belum Putuskan Soal Kerjasama WeChat dan Alipay

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) masih belum menentukan keberlanjutan kerja sama dengan dua perusahaan…