Permintaan Turun Mengerek Harga CPO di Bursa Berjangka

Neraca

Jakarta – Pada awal pekan lalu, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditutup melemah. Kondisi ini tidak bisa lepas dari sentimen global. Tercatat, pada perdagangan midday, harga CPO berjangka untuk kontrak Mei di MDEX diperdagangkan turun 0,3% menjadi 3.259 ringgit ($1,081 ) per ton.

Volume perdagangan sangat tipis dikarenakan pelaku pasar menunggu paska konferensi dan hanya mencatat 3,882 lot dengan 1 lot sama dengan 25 ton, dibandingkan perdagangan hari biasa yang mencapai 12,500 lot. Penurunan harga CPO disebabkan permintaan diprediksi akan mengalami penurunan dalam waktu dekat ini.

Oleh karena itu, menyabut kondisi tersebut pasar berspekulasi, permintaan dari importir, terutama dari Pakistan masih akan turun dalam waktu dekat ini. Pakistan, sebagai pembeli terbesar ketiga, akan mengurangi pembelian karena masalah transportasi. Impor Pakistan diperkirakan akan berkurang 22% pada kuartal ini.

Asal tahu saja, harga CPO berjangka yang diperdagangkan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) turut mengalami penurunan. Harga Crude Palm Oil (CPOTR) di BKDI untuk perdagangan berjangka bulan April 2012, di buka dengan harga Rp9755/kg terjadi transaksi 428 lot dengan harga Rp9780/kg.

Selain itu, perdagangan juga mengalami penguatan harga sebesar Rp25/kg (change -110 dari harga sebelumnya Rp9890/kg). Sementara pada bulan Mei di buka dengan harga Rp9745/kg terjadi transaksi 1691 lot dengan harga Rp9790/kg, terjadi penguatan harga sebesar Rp45/kg (change -100 dari harga sebelumnya Rp9890/kg).

Kemudian pada bulan Juni di buka dengan harga Rp9770/kg terjadi transaksi 1119 lot dengan harga Rp9810/kg, terjadi penguatan harga sebesar Rp40/kg (change -80 dari harga sebelumnya Rp9890/kg). Kontrak CPOTR di BKDI dengan transaksi minimal volume/lot senilai 10 metrik ton CPO.

Selanjutnya, Di Pasar lelang fisik, harga tender CPO di Astra Agro Lestari yang membukukan volume total sebanyak 5.000 ton, untuk paket Riau diperdagangkan pada harga Rp.9.235/kg, sementara untuk Paket Jambi diperdagangkan pada Rp.9.160/kg. Sementara itu, harga olein (OLEINTR) di Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) Selasa (6/3) kemarin untuk perdagangan berjangka bulan maret 2012 turut mengalami kenaikan dari perdagangan berjangka sebelumnya.

Di buka dengan harga Rp8755/kg, terjadi transaksi 15 lot dengan harga Rp8865/kg dan penguatan harga sebesar Rp110/kg (change 50 dari harga sebelumnya Rp8815/kg). Bulan April di buka dengan harga Rp8800/kg, terjadi transaksi 1 lot dengan harga Rp8800/kg (change -10 dari harga sebelumnya Rp8810/kg. Bulan Mei di buka dengan harga Rp8795/kg, terjadi transaksi 1 lot dengan harga Rp8795/kg (change -15 dari harga sebelumnya Rp8900/kg). Kontrak OLEINTR di BKDI dengan transaksi minimal volume/lot senilai 10 metrik ton olein.

Sementara perdagangan berjangka olein di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk April terjadi tranksasi 20 lot, di buka dengan harga Rp9740kg, penyelesaian transaksi dengan harga Rp9720/kg (change -35 dari harga sebelumnya Rp9755kg).

Bulan Mei terjadi transaksi 8 lot di buka dengan harga Rp9725/kg, penyelesaian transaksi dengan harga Rp9725/kg (change -35 dari harga sebelumnya Rp9760/kg). Kontrak berjangka Juni terjadi transaksi 32 lot, di buka dengan harga Rp9730/kg, penyelesaian transaksi dengan harga RP9750 (change -30 dari harga sebelumnya Rp9750/kg). Kontrak berjangka Juli terjadi transaksi 16 lot, di buka dengan harga Rp9715/kg, penyelesaian transaksi dengan harga RP9745 (change 0 dari harga sebelumnya Rp9745/kg). Kontrak OLE10 BBJ dengan transaksi minimal volume/lot senilai 10 ton olein. (yahya)

Related posts