DIVA Investasi 30% Saham di Pawoon - Suport Bisnis Pembayaran Digital

NERACA

Jakarta– Pacu pertumbuhan bisnis di era digital, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), entitas anak PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) terus ekspansi bisnis dan salah satunya rencana untuk investasi sebesar 30% saham di ‘Pawoon’, aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud terdepan di Indonesia. Namun sayangnya, perseroan belum menyebutkan jumlah investasi yang digelontorkan.

Ahmad Gadi, CEO Pawoon dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, suntikan dana segar dari DIVA akan diarahkan untuk pengembangan produk serta mempercepat akuisisi merchant di penjuru negeri, dengan potensi jutaan bisnis. Pawoon menyediakan segala yang dibutuhkan retailer untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya.”Kami melayani bisnis dengan semua ukuran, dari usaha kecil dan menengah dengan satu warung hingga perusahaan besar atau franchise dengan ratusan outlet,”ujarnya.

Bisnis ini terutama bisnis yang lebih kecil, kata Ahmad Gadi, cenderung mengandalkan pena dan kertas serta metode konvensional lainnya, yang terbukti tidak mencukupi dan tidak efisien. Pawoon telah mencetak jumlah yang signifikan untuk bisnisnya, memperkenalkan merchants untuk menggunakan berbagai produk software lengkap dan solusi pembayaran digital seperti e-money. Merchants akan merasakan manfaat dari teknologi cloud dan ritel mutakhir untuk membantu mereka mencatat penjualan, menerima pembayaran non-tunai (cashless), mengelola inventaris dan memantau profil perilaku pelanggan (customer behaviour) di beberapa lokasi.

Menurut Direktur DIVA, Dian Kurniadi, investasi perseroan di Pawoon dipandang sebagai langkah strategis yang memposisikan Pawoon dan DIVA di ‘sweet spot’ atau titik tengah untuk mengakselerasi pertumbuhan eksponensial dan memasuki salah satu bisnis miliaran dollar di Asia Tenggara.”‘Dengan pertumbuhan eksponensial Pawoon, melonjak 28 kali lipat selama 24 bulan terakhir pertumbuhan bulanan 20% dalam 4 bulan terakhir, Pawoon menawarkan ekspansi bisnis yang menarik dan pertumbuhan potensial untuk DIVA di luar tiga sektor yang saat ini mendukung bisnis kami,”tuturnya.

Disampaikannaya, sebagian besar pemain di industri F & B adalah UKM, sehingga menjadikannya industri yang kompleks tetapi tidak dapat disangkal relevan dalam perekonomian Indonesia.”Melalui investasi ini, kami membuka potensi UKM maupun perusahaan besar yang signifikan dalam industri F&B, dan mempercepat transformasi non-tunai dalam industri ini, memungkinkan sinergi bisnis unik yang sesuai sehingga pelaku bisnis F&B dapat menambah nilai bagi bisnis mereka dengan menjual berbagai produk digital untuk captive customers,”jelasnya.

Investasi ini, lanjut Dian, sesuai dengan kebutuhan UKM untuk meningkatkan teknologi POS mereka sekaligus menitikberatkan pada layanan bundle dengan pembayaran yang dirancang untuk membantu seluruh operasi bisnis untuk berjalan lebih baik.

BERITA TERKAIT

KERJA SAMA PEMBAYARAN DARING PROGRAM SBMPTMU

Senior Vice President Mandiri Syariah Achmad Fauzi (kiri) berbincang dengan Ketua Majelis Ditlitbang Muhammadiyah Lincolin Arsyad (tengah) dan Ketua Panitia…

Digital Ekonomi di Bawah Jokowi

  Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Usai sudah kita menggelar pesta demokrasi terbesar di dunia pada 17 April lalu. Pemilu…

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…