BEI Pastikan Lima Emiten Gelar IPO Kuartal II di 2012

Neraca

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan ada lima calon emiten yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO)pada kuartal II 2012. Namun sayangnya, perseroan belum mau menyebutkan perusahaan yang bakal listing tersebut.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito, jumlah calon emiten yang akan menggelar IPO itu jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang tercatat selama kuartal I-2012. "Ini disebabkan banyak calon emiten yang akan menggunakan laporan keuangan akhir tahun 2011,”katanya di Jakarta, Rabu (7/3).

Dia menuturkan, keyakinan di kuartal II bakal banyak perusahaan yang IPO di dapatkan dari hasil diskusi dan perbincangan dengan beberapa penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Dimana diketahui bahwa banyak perusahaan yang lebih memilih menggunakan laporan keuangan 2011 sehingga dipastikan April 2012 baru akan melaksanakan IPO. "Saya lihat dari diskusi dengan teman-teman penjamin emisi banyak calon emiten yang menggunakan laporan keuangan yang berakhir Desember 2011, sehingga paling cepat awal April 2012 nanti (pelaksanaan IPO)," tambahnya.

Selain itu, lanjut Eddy, jika dilihat sepinya emiten yang melakukan IPO pada kuartal I tahun ini lebih disebabkan karena banyak emiten yang menggunakan laporan keuangan kuartal III-2011. "Padahal pada bulan-bulan itu pasar masih kurang bagus sehingga minat IPO agak sedikit kurang," katanya.

Sementara untuk perusahaan pelat merah hingga saat ini juga belum ada laporan siapa saja yang akan melantai di pasar modal. Namun yang pasti, lanjut Eddy, sudah ada dua emiten yang telah melakukan mini expose. Yaitu PT Bekasi Fajar Industrial Estate dan PT Supra Boga Lestari atau Ranch Market.

PT Bekasi Fajar Industrial Estate merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kawasan industri. Perusahaan tersebut rencananya akan melepas 20% sahamnya ke publik. Rencananya, yang menjadi penjamin emisi adalah PT Ciptadana Securities.

Sementara itu, Ranch Market akan melepas 20-30% sahamnya ke publik dari total saham yang disetor penuh dengan nilai perkiraan mencapai Rp200 miliar-Rp300 miliar. Saat dikonfirmasi mengenai PT Prima Jasa Kreasi atau Big Daddy yang rencananya juga akan melantai di pasar modal dalam waktu dekat, dia mengatakan belum ada laporan terkait dengan perusahaan promotor tersebut. "Big Daddy belum tahu, belum pernah berhubungan dengan mereka," ungkapnya.

Hingga saat ini, terdapat tiga perusahaan yang telah melaksanakan penawaran umum perdana saham, yaitu PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE), PT Minnapadi Investama Tbk (PADI) dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Sementara itu, BEI menargetkan jumlah calon emiten yang dapat melakukan penawaran umum perdana pada tahun ini sebanyak 25 perusahaan. (bani)

Related posts