Mega Perintis Patok IPO Rp 298 Per Saham

NERACA

Jakarta – Perusahaan ritel fashion modern, PT Mega Perintis Tbk menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 298 per saham setelah sebelumnya perseroan mengantungi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Desember 2018. Dengan melepas 197 juta lembar saham, perseroan bakal meraup dana segar di pasar Rp 58,706 miliar.

Seperti dikutip dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin disebutkan, penawaran umum perdana atas saham PT Mega Perintis Tbk telah didaftarkan oleh emiten yang bersangkutan ke dalam penitipan kolektif KSEI. Dalam aksi korporasi ini, Mega Perintis memberi kesempatan kepada karyawannya untuk memiliki 0,015% dari jumlah saham yang ditawarkan atau 30 ribu yang akan dialokasikan dalam program Employee Stock Allocation (ESA).

Adapun jadwal penawaran umum pada tanggal 6-7 Desember 2018, penjatahan pada tanggal 10 Desember 2018, dan dicatatkan 12 Desember 2018. Pada aksi korporasi tersebut, perseroan telah menunjuk Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sebagai informasi, dalam rangka penetrasi pasar dan genjot pertumbuhan pendapatan Rp 507 miliar di 2019, PT Mega Perintis berencana membuka 20 gerai baru tahun depan.

Direktur Utama PT Mega Perintis, FX Afat Adinata Nursalim pernah bilang, pembukaan 20 gerai membutuhkan dana senilai Rp 30 miliar. Nantinya, dana pembukaan gerai akan berasal dari dana IPO dan kas internal. Saat ini, total gerai yang dimiliki perseroan sebanyak 573 gerai. Dari 573 gerai itu, sebanyak 466 gerai yang menempel di department store dan hanya 107 gerai yang dimiliki oleh perseroan.”Gerai kami, sekitar 50% berada di Pulau Jawa. Untuk pembukaan gerai baru, kami tak hanya fokus di satu daerah. Fokus peluang pembukaan gerai ada di seluruh Indonesia, seperti Bandung, Jakarta Pusat, Balikpapan, Batam dan Makassar,”ungkapnya.

Mega Perintis memiliki merek, Manzone, MOC, Men’s Top serta distributor Nike. Hingga saat ini, rerata pertumbuhan penjualan per gerai (same store sales growth/ SSSG) sekitar 8%-9%. Tahun depan, lanjut Afat, kinerja perseroan akan lebih baik lagi mengingat adanya tren peningkatan dari indeks keyakinan konsumen. Dimana perseroan menargetkan pendapatan Rp 507 miliar atau tumbuh 14% dari target pendapatan tahun ini Rp 444 miliar.

BERITA TERKAIT

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

Rencanakan Buyback Saham - CIMB Niaga Siapkan Dana Rp 25 Miliar

NERACA Jakarta – Agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), selain memutuskan pembagian dividen…

Saham Mahaka Media Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Di balik melorotnya performance kinerja keuangan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di tahun 2018, justru kinerja harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…