Rumah Mungil Nan Nyaman, Pilihan Masyarakat Urban

Neraca. Sudah seharusnya rumah memberikan kenyamanan bagi setiap penghuninya. Nyaman di sini berarti suatu kondisi di mana bentuk bangunan rumah serta fasilitas di dalamnya memadai sehingga penghuninya bisa melakukan aktivitas dan berkegiatan dengan baik. Bagi keluarga dengan ekonomi sedang, memilih rumah mungil menjadi solusi yang tepat akan kebutuhan rumah tinggal. Yang kerap disebut rumah mungil adalah rumah yang memiliki bangunan luas kurang dari 120m2, terdiri dari 2-3 kamar tidur kecil dengan banyak ruang berfungsi ganda serta pembatas ruang yang minimal.

Sebenarnya rumah mungil akan terasa nyaman bila dirancang sesuai selera karate dan keinginan penghuninya. Tetapi juga harus melihat beberapa aspek seperti aksesoris ruangan, furnitur dan sebagainya. Dengan tata ruang yang baik, maka tempat yang sempit terlihat luas dan rumah menjadi lebih cozy, fungsional dan efektif.

Rumah mungil banyak bermunculan di kota besar karena dinilai lebih pas untuk kebutuhan masyarakat urban. Selain itu, banyak juga diantaranya yang memilih rumah dengan halaman agar kelak bisa dirombak sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Gaya arsitektural rumah mungil masa kini lebih mengarah ke kontemporer, namun bila Anda jeli, banyak pengembang yang mendesain rumah mungil bergaya natural, etnik bahkan klasik.

Menata rumah mungil memiliki keasyikan tersendiri. Hal ini disebabkan karena ruangannya yang terbatas dan minim maka Anda dituntut untuk lebih kreatif men-set pernik yang ada agar lebih maksimal. Bukan hanya tata ruang, namun Anda juga harus memikirkan bukaan ruang untuk keluar masuknya udara hingga bagaimana setiap ruangan mendapatkan pencahayaan yang baik.

Salah satu kunci untuk merancang atau menata rumah mungil adalah efisiensi ruangan. Hal ini dilakukan agar setiap tempat dapat dimanfaatkan dengan baik dan terencana. Pertimbangan utama adalah memberi prioritas pada ruangan yang dibutuhkan seperti kamar tidur dan kamar mandi. Setelah itu, rencanakan penataan ruang dan furnitur, menghitung jumlah penghuni, menghitung luas ruangan, menggabungkan fungsi ruangan, memanfaatkan ruang terbuang (di bawah tangga, dinding bagian atas), memilih gaya ruang serta warna-warna yang hendak digunakan. Dengan demikian, sekecil apapun rumah, bila tertata dengan baik akan memberikan kenyamanan buat penghuninya.

Karakteristik rumah mungil tak hanya fungsional, efisien dan sesuai dengan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya, tetapi juga harus aman, kokoh, tidak mudah rusak (roboh), mudah perawatannya, hemat, memperhatikan estetika (keindahan), enak dilihat dan enak ditempati. Dari beberapa karakteristik ini, rumah mungil dapat dibedakan menjadi dua, yakni rumah yang sudah dirancang dan direncanakan dengan matang sebagai rumah mungil dan yang kedua adalah, rumah mungil tumbuh.

Rumah yang telah dirancang dengan matang sebagai rumah mungil lebih mempermudah Anda untuk penataan interior dan sesuai dengan kebutuhan. Biasanya lahan yang tersedia pada rumah ini sangatlah terbatas sehingga untuk pengembangan selanjutnya juga terbatas. Sementara itu, rumah mungil tumbuh merupakan rumah yang dirancang dan direncanakan bertahap untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan perkembangan jumlah dan aktivitas penghuni, kebutuhan serta efisiensi ruang. Umumnya, rumah jenis ini mempunyai lahan yang luas dan juga mudah untuk menata interior sesuai selera pemilik rumah.

Jika Anda tertarik untuk menghuni sebuah rumah mungil, perhatikan aspek-aspek tertentu, terutama kenyamanan yang diperlukan. Selain itu, jangan lupakan perbandingan proposional antara ruang terbuka dengan luas bangunan agar tidak ada ruang gelap dan sempit, misalnya, memiliki bukaan jendela yang cukup untuk mendapat sinar matahari serta perbandingan lansekap yang tidak begitu kentara (60% : 40%) dan ruang terbuka bisa Anda maksimalkan dengan menaruh taman kecil yang ditata menarik sehingga ada unsur peralihan dari kesan ruang yang sempit.

Adapun gaya arsitektural rumah mungil yang ingin ditempati, tergantung selera Anda masing-masing. Ada rumah mungil yang mengadopsi gaya klasik sehingga tak lekang oleh perubahan zaman, seperti Europe Victorian yang bercitra mewah, elegan dan anggun. Atau malah klasik Indonesia yang bercitra kebangsawanan, wibawa dan berpengaruh.

Gaya lainnya adalah Naturalis yang cocok bagi Anda penyuka suasana asri. Bangunan rumah biasanya didominasi oleh bahan alami seperti material kayu sebagai lapisan dinding atau batu-batu alam. Ekspos bahan seperti ini bisa membuat tampilan rumah semakin indah. Gaya modern minimalis juga bisa menjadi alternatif pilihan, terutama bagi mereka yang kurang suka ribet. Bangunannya biasanya bercirikan lewat penggunaan garis vertikal sederhana, variasi kotak, penataan ruang yang praktis dan lapang. Terakhir, gaya kontemporer yang menekankan eksperimen pada bentuk bangunan maupun warna rumah.

Apapun gaya yang dipilih tergantung hak Anda, namun pada penataan interior sebaiknya tidak menggunakan dinding massif yakni dinding pemisah ruangan, sebab nantinya rumah akan terlihat semakin sempit dan dimensinya semakin mengecil. Luas rumah jelas berkurang berkurang ketebalan dinding yang digunakan. Oleh karena itu, sebisa mungkin minimalkan penggunaan dinding sehingga ruangan bisa terlihat luas dan bisa dimanfaatkan untuk fungsi ganda.

Sebagai ganti dinding, manfaatkan partisi. Partisi adalah penyekat ruang non permanen yang biasanya terbuat dari kayu atau bamboo serta dapat dipindahkan sesuai keinginan penghuninya. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan. Selain partisi, Anda bisa menggunakan lantai sebagai pemisah ruangan dengan variasi ketinggian pada peil lantai. Misalnya, lantai di ruang keluarga bisa lebih tinggi atau rendah dari lantai ruang tamu. Bisa pula lantai garasi dibuat lebih rendah dari lantai ruang tamu. Memang terkadang perbedaan tinggi-rendah lantai akan membuat Anda sedikit kesulitan melakukan aktivitas, namun cara ini lebih baik dibandingkan membuat dinding masif.

Selain itu, masih ada dua cara lagi untuk menata interior rumah mungil, yakni membedakan furnitur setiap ruangan, maupun permainan warna keramik lantai. Apapun pilihan Anda untuk meminimalisasi penggunaan dinding masif tergantung selera masing-masing. Bila pun bersikeras untuk menggunakan dinding masif, berikan alternatif pengganti bagi pintu konvensional dengan pintu geser yang lebih efisien. (rani)

Related posts