Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi destinasi wisata baru di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Saya memproyeksikan pelabuhan peti kemas ini menjadi pelabuhan terbesar di wilayah timur Indonesia," kata Fauzan Khalid, ketika berkunjung ke lokasi pembangunan Terminal Gili Mas, di Dusun Teluk Waru, Desa Labuan Tereng Lembar, seperti yang dikutip dari Antara.

Pemkab Lombok Barat, kata dia, juga sudah membuat desain perbaikan jalan dari Sekotong sampai Buwun Mas sebagai pendukung keberadaan Terminal Gili Mas yang bisa menghubungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. "Lebar jalan kita rencanakan sampai delapan meter untuk memudahkan menghubungkan Pelabuhan Gili Mas dengan KEK Mandalika. Tapi, setelah Buwun Mas menuju KEK Mandalika, bukan merupakan wilayah kita. Jadi harus komunikasi dengan pihak provinsi," ujarnya.

Fauzan juga meminta pihak Pelindo III tidak hanya memperhatikan pembangunan utama di area pelabuhan. Pelindo juga harus membangun fasilitas penerangan jalan umum sepanjang satu kilo meter sebelum pelabuhan dan satu kilometer sesudah pelabuhan. "Pelindo harus melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang bisa menyentuh kebutuhan masyarakat sekitar," kata Fauzan.

Perwakilan Pelindo III Danuwarsa yang menerima rombongan Bupati Lombok Barat dan jarannya mengatakan pembangunan Terminal Gili Mas merupakan satu paket kesatuan dengan Pelabuhan Lembar yang dikelola oleh PT ASDP.

Pelabuhan dengan luas lahan 50 hektare tersebut rencananya akan memiliki panjang 440 meter dan lebar 26 meter dengan kedalaman laut mencapai 13 meter. Dana pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp1,3 triliun.

Persiapan lahan, menurut dia, sudah mencapai 100 persen. Dari hasil pantauan sementara sampai saat ini, proses pembangunan di lokasi sudah berjalan baik. Pancang-pancang pelabuhan sudah banyak yang terpasang dan terbangun."Saat ini, untuk tahap desain dan konstruksi sudah 61 persen," ujar Danuwarsa memberikan pemaparan.

Ia mengatakan keberadaan Terminal Gili Mas tidak hanya akan memperkuat perekonomian regional dan nasional, namun juga akan memberi efek lain di bidang pariwisata.

Dengan potensi pengembangan pariwisata di wilayah selatan, maka pelabuhan tersebut tidak hanya akan menjadi sarana bongkar muat barang dan pusat penyimpanan peti kemas, namun akan menjadi destinasi wisata baru. Puluhan kapal pesiar berukuran kecil bisa berlabuh dan didukung oleh fasilitas lainnya seperti bengkel.

"Pembangunan marina bisa menampung lebih dari enam puluh yacht. Ini akan memperkuat akses pariwisata, bahkan dengan fasilitas yang akan dibangun, bisa menjadi destinasi baru," ucap Danuwarsa. Ia menyebutkan banyak fasilitas yang bisa menjadi destinasi baru seperti amphitheatre, sea side walk, hotel, marina yacht, fasilitas pendukung marina, hotel, serta pusat perbelanjaan.

"Apalagi bila akses menuju KEK Mandalika yang melalui jalur selatan bisa diperlebar, maka aksesnya akan semakin terbuka karena mengurangi jarak tempuh dari dan menuju pelabuhan," katanya.

Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berharap tingkat kemajuan (progress) pembangunan Pelabuhan Gili Mas di Nusa Tenggara Barat bisa mencapai 30 persen hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moerdak mengatakan, proses tersebut bisa lebih cepat seiring izin reklamasi lahan 22 hektare (ha) yang rencananya diterbitkan Kementerian Perhubungan pekan ini. Menurutnya, jika izin reklamasi diterbitkan tepat waktu, maka penyelesaian pelabuhan Gili Mas bisa sesuai target, yakni maksimal 2019. "Selain karena reklamasi, kami juga mempercepat pembangunan dermaga. Tahun ini memang sebagian pembangunan dermaga dari pembangunan tiang pancang, progress lebih banyak disebabkan karena reklamasi," tutur Orias.

Lebih lanjut ia menuturkan, percepatan pembangunan pelabuhan juga disebabkan oleh pergantian teknik konstruksi dermaga. Pada awalnya, perusahaan mau membangun dermaga dalam dua tahap. Namun, akhirnya dermaga dibangun secara sekaligus dan tanpa menunggu reklamasi rampung.

Sayangnya, ia tak menyebut jangka waktu yang dipangkas dengan mengubah teknis pembangunan dermaga. "Tapi kami yakin, semua pembangunan pelabuhan bisa selesai di tahun 2018. Maksimal tahun 2019 selesai," jelasnya.

Orias pun tidak ingat besaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan reklamasi. Namun, biaya itu termasuk di dalam total investasi yang digelontorkan perusahaan sebesar Rp1,2 triliun."Saya pun belum dapat laporan sejauh mana penyerapan capex tersebut hingga kuartal I kemarin," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjanjikan izin reklamasi seluas 22 ha keluar pekan ini setelah mengunjungi Pelabuhan Gili Mas akhir pekan lalu. Dengan ini, ia berharap Pelabuhan Gili Mas bisa melayani kapal roro dan kapal pesiar mulai tahun 2018 dan kapal petikemas mulai 2019.

Sebagai informasi, Pelindo III sebelumnya sudah membebaskan lahan 60 ha demi pembangunan proyek tersebut yang menelan dana hingga Rp90 miliar.

BERITA TERKAIT

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Membahas Upaya Pemulihan Pariwisata Lombok

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dari 16 provinsi mengikuti rapat kerja nasional di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan salah…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut…

Ragam Atraksi Wisata di Pantai Bido

Menghabiskan waktu di pantai sembari menikmati suara debur ombak, desir angin, dan limpahan sinar mentari yang tidak ada habisnya adalah…

Jumlah Wisatawan yang Menginap di Banten Mulai Meningkat

Bencana tsunami yang melanda Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhir Desember 2018 menyebabkan banyak sektor, termasuk pariwisata, harus…