Pemodal Investasi Reksa Dana Terhambat Soal NPWP - Penyebaran Belum Merata

Neraca

Jakarta –Investasi reksa dana tahun lalu bertumbuh cukup pesat, namun sayangnya pertumbuhan tersebut dinilai belum merata ke daerah lantaran terbentur ketentuan kewajiban investor pasar modal memiliki nilai pokok wajib pajak (NPWP).

Director of Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu mengatakan, masih minimnya investor daerah memiliki reksa dana tidak lepas dari hambatan ketentuan kepemilikan NPWP. Alhasil, jumlah pemodal dalam bisnis reksa dana hanya terkonsentrasi dalam beberapa wilayah, “Lantaran soal ketentuan NPWP, kepemilikan investasi reksa dana hanya tersebar di Jakarta Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Apalagi pembeli reksa dana dengan aset dasar obligasi akan terkena pajak sebesar 15 % pada 2014,”katanya di Jakarta, Rabu (7/3).

Merespon penyebaran investasi reksa dana yang belum merata, Kepala Biro Pengeloaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fakhri Hilmi, mengaku telah melakukan sejumlah cara khususnya terkait masalah demografi investor dengan cara melakukan sosialisasi ke daerah-daerah untuk menanamkan investasinya di reksa dana. "Tetapi memang ada sebagian yang tertarik, tetapi ada juga ada yang tidak tertarik sama sekali, kita juga mencoba melihat pasar berdasarkan segemen, ke depan kita harus terus melakukan sosialisasi dan berusaha untuk tepat kepada sasaran yang dituju, “ujarnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto memprediksikan, pertumbuhan reksa dana tahun ini mencapai 10-15% di 2012. Dia menuturkan, jika pertumbuhan tersebut harus diiringi oleh kondisi eksternal dan internal yang positif. “Tapi dengan catatan kondisi eksternal lebih baik dan disertai faktor dalam negeri seperti kenaikan harga BBM. Itu bisa berpengaruh,”jelasnya.

Penghargaan Reksa Dana

Pada kesempatan yang sama, sebanyak 25 penghargaan telah diberikan kepada 17 reksa dana yang memiliki kinerja terbaik menurut Majalah Investor. Penganugerahan ini diberikan guna memeberikan apresiasi kepada reksa dana yang mampu bertahan dan memiliki kinerja terbaik, sekaligus dijadikan sebagai pendorong pengelolaan reksa dana agar terus meningkat kinerjanya.

Pemeringkatan reksa dana dihitung berdasarkan tiga komponen penilaianyaitu Risk, Adjusted, Return. Maka semakin besar Sharpe Ratio, maka dapat dikatakan semakin optimal suatu reksa dana, sekaligus merupakan sebuah metode standar yang digunakan lembaga internasional dalam memberikan rating terhadap reksa dana.

Seleksi lain yang menyangkut pelanggaran dan sanksi dari Bapepam-LK juga diberlakukan, sikap kooperatif tersebut ditandai dengan kerjasama dalam pengumpulan data pemberian informasi terkait pemeringkatan.

Dalam pemeringkat reksa dana tersebut melibatkan PT Infovesta Utama, sebuah lembaga riset reksa dana dan menghasilkan 11 penghargaan untuk reksa dana saham, empat untuk reksa dana campuran, lima reksa dana pendapatan tetap rupiah, tiga reksa dana pendapatan tetap dolar Amerika dan dua reksa dana pasar uang.

Pada penghargaan tersebut, Panin Asset Management dan Sinarmas Sekuritas memboorong Awards reksa dana. Dimana, Panin sendiri meraih enam awards dan Sinarmas memperoleh tujuh penghargaan. Reksa dana Panin Dana Maksimal meraih empat award untuk kategori reksa dana saham terbaik periode 1,3, 5 dan 7 tahun. Kemudian Danamas Fleksi dan Dana Mas Dollar yang dikelola Sinarmas Sekuritas masing-masing meraih dua penghargaan untuk kategori reksa dana campuran terbaik A periode 1 dan 3 tahun dan reksa dana pendapatan tetap dolar periode 1 dan 3 tahun untuk aset dibawah US$ 10 juta. (prima)

Related posts