Sumsel Luncurkan e-Dempo Genjot Pajak

Sumsel Luncurkan e-Dempo Genjot Pajak

NERACA

Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meluncurkan sistem pembayaran pajak berbasis online e-Dempo untuk menggenjot penerimaan daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel Neng Muhaiba mengatakan, aplikasi e-Dempo tersebut lebih memudahkan masyarakat dalam hal memberikan informasi pembayaran terkait pajak daerah, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)."Jadi dengan aplikasi ini wajib pajak bisa mengurus dan mendapatkan informasi terkait pajak yang dibutuhkan sambil tidur dirumah. Artinya cukup melalui ponsel," kata dia di Palembang, Selasa (4/12).

Selain itu pajak, pada aplikasi tersebut juga akan memberikan informasi lainya, seperti lokasi Samsat keliling, dan layanan Samsat terdekat dari lokasi wajib pajak. Dalam pengembangan aplikasi ini, Bapenda juga bekerjasama dengan Jasa Raharja, Dirlantas, dan Bank Sumsel Babel.

Untuk teknisnya, kata Neng, bagi masyarakat yang hendak membayar pajak kendaraan cukup mendownload aplikasi e-Dempo di playstore, kemudian mengisi sejumlah data diri beserta data kendaraan. Setelah itu, nantinya wajib pajak akan mendapatkan kode bayar yang terdiri dari 16 digit."Wajib pajak tinggal memilih pola pembayaran yang diinginkan. Bisa melalui sms banking, ATM, maupun datang ke teller bank," ujar dia.

Selanjutnya, wajib pajak tinggal mendatangi layanan Samsat untuk mendapatkan notis pajak kendaraanya, dengan menyertakan kartu tanda penduduk (KTP) dan STNK untuk dilegalisir petugas."Pelayanan pajak kendaraan berbasis online ini ditargetkan dapat segera diimplementasikan pada awal tahun depan," kata dia.

Sementara itu, target penerimaan pajak daerah di tahun 2019 mendatang naik 0,93 persen dari target tahun ini sebesar Rp2,97 triliun. Sektor pajak yang akan dimaksimalkan diantaranya Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).

Untuk realisasi pajak tahun ini, sampai dengan 30 November 2018 kemarin sudah tercapai 97,62 persen atau Rp 2,91 triliun. Adapun dua sektor pajak penunjang yakni PKB sebesar Rp 889,31 miliar atau 100,08 persen, dan BBN-KB Rp909,31 miliar atau 102,02 persen.

"Kami harapkan dengan pelayanan berbasis online tersebut masyarakat dapat lebih terpacu untuk membayar pajak kendaraanya. Kami juga akan terus memaksimalkan upaya jemput bola ke lapangan guna membantu mempermudah masyrakat dalam membayar pajak," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Sumsel Bakal Bentuk Tim Percepatan Penurunan Kemiskinan

Sumsel Bakal Bentuk Tim Percepatan Penurunan Kemiskinan NERACA Palembang - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan membentuk tim percepatan penurunan kemiskinan…

Pungutan Pajak PJU di Bekasi Perlu Direvisi

Ketika membandingkan besaran pungutan pajak penerangan jalan umum (PJU) antara di Bekasi dan Jakarta, ternyata sangat kontras sekali dan cenderung…

Pajak E-Commerce Dinggap Moderat

      NERACA   Jakarta - Peraturan perlakuan perpajakan bagi pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

WOM Finance Cabang Bogor Tangkap Pelaku Tindak Kejahatan

WOM Finance Cabang Bogor Tangkap Pelaku Tindak Kejahatan NERACA Bogor – Pekan lalu, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”)…

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…