Butuh Dana Rp 800 Miliar, Bank DKI Cari Dana di Pasar Modal - Pastikan IPO Semester II 2012

Neraca

Jakarta – PT Bank DKI memastikan butuh dana tambahan sebesar Rp800 miliar untuk mendukung ekspansi bisnisnya hingga tahun 2013 serta untuk menjaga rasio CAR berada dikisaran minimal 14%. Oleh karena itu, pencarian pendanaan di pasar modal terus dilakukan diantaranya dengan penerbitan obligasi dan juga rencana IPO di semester kedua tahun ini.

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono mengatakan, kebutuhan dana tambahan akan dicari di pasar modal dan termasuk dengan melepas saham ke publik melalui initial public offering (IPO), “Perkuat modal dengan IPO akan dilakukan pada semester II tahun ini,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/3).

Menurutnya, saat ini bank DKI sudah positif mendapatkan Rp 250 miliar melalui penyertaan modal pemerintah dari Pemprov DKI Jakarta untuk tahun 2012. Sementara target bisnis perseroan pada tahun ini dipatok sebesar 31% untuk pertumbuhan kredit, mencapai Rp15,5 triliun dibanding posisi akhir tahun 2012 sebesar Rp11 triliun.

Selain itu, Bank DKI dalam master plan saat ini sedang mempersiapkan perluasan jaringan diluar wilayah DKI Jakarta sebanyak 50 kantor layanan Bank DKI di beberapa kota besar di Indonesia, diantaranya Surabaya, Bandung, Solo dan lainnya.

Disamping itu, PT Bank DKI disematkan rating A+ untuk priode 1 Maret 2012 sampai dengan 1 Maret 2013 dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sementara untuk obligasi V tahun 2008 sebesar Rp 425 milyar dan obligasi VI tahun 2011 sebesar 450 miliar juga terjaga di A+ dengan outlook stabil.

Peringkat yang sama juga untuk obligasi sub ordinasi I tahun 2008 sebesar Rp. 325 milyar dan obligasi Subordinasi II yang meraih peringkat A dengan outlook stabil. Kata Direktur Pefindo, Yose Rizal, peringkat tersebut merefleksikan dukungan yang kuat dari pemegang saham pengendali, “Posisi yang kuat ini terlihat di captive market, dan profil likuiditas yang kuat,”ujarnya.

Namun peringkat tersebut dibatasi oleh tren CAR yang menurun dan kompetisi yang sangat ketat di wilayah operasional Bank DKI. Asal tahu saja, dalam waktu dekat, bank DKI juga akan meluncurkan kembali smartcard Jakcard yang dapat dipergunakan sebagai e-ticketing Transjakarta Busway yang akan dilaksanakan April 2012.

Tahap pertama akan diimplementasikan pada koridor 6 dan 7 dan ditargetkan pada Juli 2012 sudah bisa dirampungkan di 11 koridor Transjakarta. Bank DKI merupakan salah satu bank yang mendapatkan ijin untuk menerbitkan kartu prabayar dari Bank Indonesia (pertama di Indonesia) mengembangkan sistem e-payment JakCard untuk memfasilitasi e-ticketing busway ini dengan tujuan memberikan kemudahan kepada pengguna Transjakarta Busway. (bani)

Related posts