Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa gangguan kondisi kesehatan. Embuskan napas ke kedua telapak tangan, lalu cium aromanya. Jika bau, tenang, Anda tidak sendirian. Data Academy of General Dentistry menyebut lebih dari 80 juta orang mengalami bau mulut kronis. Mengutip CNN Indonesia.com, ada beberapa hal umum yang menyebabkan bau mulut. Berikut penyebab sekaligus trik-trik untuk mengatasinya.

Gosok gigi tak tuntas

Rendahnya kebersihan gigi menyebabkan bau mulut. Sisa makanan terjebak di sel gigi dan gusi sehingga membuat bakteri 'berpesta'. Akibatnya, mereka menghasilkan gas yang bau seperti telur busuk. Atasi bau tersebut dengan gosok gigi teratur dengan pasta gigi yang mengandung fluor dan rutin membersihkan gigi dengan benang (flossing). Selain gigi, lidah dan pipi bagian dalam juga perlu digosok. Studi menunjukkan bahwa menggosok kedua bagian ini juga mampu mengurangi jumlah bakteri.

Konsumsi minuman atau makanan berbau tajam

Ada sederet makanan atau minuman yang menimbulkan bau mulut seperti kopi, bawang putih, ikan, telur, bawang bombay, dan makanan pedas. Deret makanan ini berkontribusi pada bau mulut sebab mereka bersifat melepas sulfur. Permen mint disebut bisa menutupi bau tak sedap ini. Tapi, yang patut diingat, bau dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh dapat melekat dalam sistem pencernaan atau peredarah darah. Gosok gigi pun dinilai bukan solusi tepat. Sebut saja kandungan allyl methyl sulfide pada kopi, bawang putih, dan bawang bombay yang mampu tinggal dalam aliran darah dan terlepas lewat napas hingga 72 jam setelah dikonsumsi.

Untuk memeranginya, Anda bisa mengonsumsi makanan lain seperti lemon, parsley, dan sayuran serta buah seperti apel dan wortel. Makanan-makanan ini akan mendorong produksi air liur yang sekaligus bersifat membilas mulut. Imbangi juga dengan asupan air putih.

Asupan serba manis

Makanan serba manis memang bisa jadi 'moodbooster' saat Anda menghadapi hari-hari berat. Namun, jenis makanan ini pula yang membuat bakteri mulut bersemangat, apalagi jenis makanan manis yang lengket seperti permen dan karamel. Makanan manis jadi santapan empuk bakteri. Jika sudah begitu, bau mulut akan timbul dari gas yang dihasilkan bakteri. Jika rasa untuk mencecap rasa manis tak tertahankan, para ahli menyarankan konsumsi cokelat polos yang rendah kandungan gula dan cepat meleleh di mulut.

Diet rendah karbohidrat

Diet ketogenik mengharuskan Anda berperang mengurangi asupan karbohidrat dan menambah konsumsi protein. Tubuh akan berada dalam kondisi ketosis, saat sistem mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi.

Proses ini menciptakan produk yang disebut keton. Jika tubuh banyak memproduksi keton, tak ada pilihan lain bagi tubuh selain mengeluarkan keton lewat urine dan napas yang bau. Anda dapat mengatasinya dengan minum lebih banyak air putih untuk 'membilas' keton dalam tubuh.

Mengorok

Saat malam, produksi air liur berkurang drastis. Tak heran jika napas jadi bau ketika bangun tidur. Kondisi ini akan semakin parah jika seseorang punya kebiasaan mengorok atau bernapas lewat mulut yang dikenal dengan istilah xerostomia. Xerostomia atau kondisi mulut kering berpotensi menimbulkan radang tenggorokan, suara serak, sulit bicara dan menelan, bahkan perubahan pada indera pengecap.

Solusinya, atasi kebiasaan mengorok dan perbanyak konsumsi air putih. Selain itu, jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi secara teratur.

Menjalani pengobatan tertentu

Salah satu penyebab bau mulut paling umum adalah pengobatan untuk penyakit tertentu. Obat-obatan dapat membuat mulut kering dan berkontribusi pada bau mulut. Obat untuk penyakit seperti depresi, tekanan darah tinggi, dan otot tegang kerap membuat produksi air liur menurun. Biasakan untuk terlebih dahulu mengecek efek samping obat yang dikonsumsi. Jika obat bisa membuat mulut kering, maka minta lah saran dari dokter untuk mencarikan alternatif obat lain.

BERITA TERKAIT

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’ NERACA Jakarta - Kalau ada film yang dinantikan dan sekaligus dikritik adalah ‘After’ yang…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Angka Harapan Hidup Global Meningkat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat peningkatan angka harapan hidup global sebesar 5,5 tahun dalam rentang 2000 hingga 2016. Wanita diprediksi…

Olahraga Secara Rutin Bisa Cegah Cacat Saat Tua

Kehilangan kemampuan bergerak melakukan aktivitas sehari-hari merupakan masalah yang banyak dialami orang tua. Untuk mencegah masalah kemampuan gerak ini, peneliti…

Makanan Ini Bisa Mencegah Penyakit Jantung dan Darah Tinggi

Menjaga kesehatan jantung tak hanya dengan menghindari makanan cepat saji dan makanan yang diproses berlebihan. Beberapa makanan bahkan baik dikonsumsi…