Sat Nusapersada Raih Kontrak Pegatron - Berkah Perang Dagang

NERACA

Jakarta – Dibalik dampak perang dagang antara Amerika dan China, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) meraih berkah dengan memperoleh kontrak dari Pegatron Corporation pada tanggal 1 Desember 2018. Kontrak ini berupa perakitan produk elektronik yang nantinya akan diekspor ke Amerika Serikat (AS). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Abidin Fan, Direktur Utama PTSN, latar belakang kerja sama ini adalah lantaran perang dagang antara China dan AS, yang menyebabkan semakin besarnya beban perusahaan asing yang ada di China lantaran tarif yang dikenakan AS dalam perang dagang. Oleh karenanya, banyak perusahaan asing yang berbasis di China mengalihkan produksinya ke negara ASEAN. “Hal ini akan berdampak positif terhadap kegiatan operasional Sat Nusapersada karena perseroan berpotensi memproduksi berbagai produk di kemudian hari sesuai permintaan pasar AS,"ujarnya.

Dengan kontrak ini, PTSN bisa meningkatkan diversifikasi produk dan bisa meningkatkan aliran kas dalam jangka panjang. Beberapa saat lalu pihak Xiaomi, salah satu mitra PTSN berencana akan memproduksi produk lain di luar smartphone. Hanya saja Bidin menjelaskan belum ada pembicaraaan untuk memproduksi produk di luar smartphone Xiaomi. "Untuk kontrak baru dengan merek lain belum ada," kata Bidin.

Sekadar informasi, Pegatron adalah manufaktur elektronik terbesar kedua di Taiwan setelah Hon Hai Precision Industry. Perseroan belum lama ini mendapatkan order untuk memproduksi smartphone Honor yang diedarkan di Indonesia. Di pabrik Satnusa ini terdapat beberapa smartphone Honor yang dirakit seperti Honor 9 Lite, Honor 7x, Honor 7s dan juga Honor 7S yang akan segera diluncurkan. Untuk proses pemilihan rekanan assembly, Honor melakukan beberapa tahap seperti proses negosiasi yang panjang.

James Yang, Presiden Honor Indonesia pernah menegaskan bahwa Honor telah melalui periode yang panjang untuk meninjau dan memilih mitra manufakturnya.”Honor sangat peduli dengan kualitas, tidak semua manufaktur lokal dapat mencapai standar kami. PT. Sat Nusapersada Tbk adalah salah satu pabrik terbesar dan profesional di Indonesia, maka dari itu kami melakukan kerja sama,”ujarnya.

Selain itu, pengujian smartphone Honor di pabrik Satnusa didukung dengan mesin canggih yang dibawa langsung dari teknologi Huawei. Mesin canggih ini bertugas untuk memastikan secara keseluruhan apakah ponsel bekerja dengan baik atau tidak. Dengan adanya mesin ini, Honor dapat memastikan bahwa produk mereka merupakan yang terbaik.”Kami melakukan negosiasi yang panjang dengan pihak Honor untuk dapat menjadi rekanannya. Kami rasa Honor merupakan produk kelas dunia karena kami harus mencapai target 10 juta produksi setiap harinya,” jelas Abidin, Dirut PT. Sat Nusapersada.

BERITA TERKAIT

Patra Comfort Bandung Raih Penghargaan PHRI

Patra Comfort Bandung Raih Penghargaan PHRI  NERACA Jakarta - Patra Comfort Bandung meraih penghargaan sebagai hotel bintang tiga terbaik di…

Berkah Permintaan Listrik Meningkat - Dividen Cikarang Listrindo Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) memutuskan untuk membagikan dividen…

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…