Dua Bank Diperiksa Terkait Dana DW

NERACA

Jakarta—Dua Bank diperiksa Kejaksaan Agung terkait aliran dana dan rekening gendut milik, pegawai pajak DW. Adapun pemeriksaan terhadap dua bank tersebut guna menelusuri aliran uang milik DW. "Hari ini ada pemeriksaan dua bank dari enam bank yang kita panggil," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus, Arnold Angkouw, di Jakarta, Rabu.

Kedua bank yang memenuhi panggilan, yakni, Bank Mandiri dan Standard Chartered. "Yang lainnya kita jadwalkan lagi," katanya.

Dijelaskan, hubungan pemeriksaan tersebut karena penyidik akan menelusuri aliran uang ke DW. Sebelumnya, Kejagung telah menyita lima rekening milik DW yang nilai uang miliaran rupiah.

Safe Deposite Box (SDB) di Bank Mandiri juga turut disita penyidik, isi dari SDB itu berupa beberapa lembar ijazah, emas milik orang tuanya sebanyak satu kilogram, uang titipan Rp10 juta dan uang 28 ribu dolar AS. Sementara itu, dijadwalkan pada Kamis (8/3), penyidik akan memeriksa istri dari DW, DA yang juga pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

Kejaksaan Agung menyatakan dua wajib pajak yang pernah ditangani dalam kasus tersangka rekening gendut yang juga mantan Direktorat Jenderal Pajak, DW, memenuhi panggilan penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

Sementara soal jumlah uang Dhana yang ada di kedua bank tersebut, Arnold belum bisa menyebutkan. Karena masih terus dilakukan pemeriksaan. Dhana Widyatmika pada 2011 lalu melaporkan harta kekayaan Rp 1,2 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dhana sebelumnya mengaku menyimpan uang Rp 400 juta juga di 5 rekening bank. Uang itu diperoleh Dhana dari orang tua, mertua dan usahanya. Namun di sisi lain, Dhana diduga memiliki rekening Rp 60 miliar seperti yang ramai diberitakan belakangan ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Adi Toegarisman, di Jakarta, Senin, menyatakan dua wajib pajak yang menjadi saksi untuk DW itu, yakni, PT RPU dengan saksi berinisial KH dan PT BPS dengan saksi berinisial HP. "Sesuai rencana panggilan oleh ada tiga perusahaan yang diperiksa, namun satu berhalangan dan akan dijadwalkan untuk diperiksa," katanya.

Adi mengakui pemeriksaan tersebut untuk mengungkap adanya aliran dana atau transaksi dari perusahaan tersebut kepada tersangka DW. Saat ditanya inisial perusahaan itu untuk PT RPU adalah Riau Perta Utama dan PT BPS adalah Bangun Persada Semesta, ia tidak membantah atau membenarkannya.

Sebelumnya, kuasa hukum Dhana Widyatmika bersikukuh harta kekayaan kliennya tersebut tidak mencapai Rp60 miliar sebagaimana ramai diwartakan di media massa. "Enggak ada itu," tegas salah satu pengacara Dhana, Daniel Alfredo,

Daniel menjelaskan, uang milik Dhana yang disimpan di bank jumlahnya hanya sekira Rp440 juta. "Uang dimiliki Dhana direkening itu 440 juta doang," tegasnya.

Daniel menambahkan, data soal harta senilai Rp440 juta itu ada dan disimpan di rekening aktif di sejumlah bank. "Ada rumah peninggalan orang tua, jumlahnya juga tidak sefantastis Rp60 miliar," jawab Daniel. **cahyo

Related posts