IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan - Pasar Global Dinilai Kondusif

NERACA

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/12) kembali ditutup menguat di tengah sentimen yang beredar di pasar relatif cukup kondusif. IHSG ditutup menguat sebesar 34,54 poin atau 0,56% menjadi 6.152,86. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,17 poin atau 0,73% menjadi 985,96.

Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih memiliki potensi besar untuk melanjutkan kenaikan.”Sentimen domestik dan global yang relatif cukup kondusif tentunya memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, investor asing yang kembali masuk ke pasar menambah topangan bagi IHSG melanjutkan penguatan. Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan beli bersih di pasar reguler sebesar Rp264,54 miliar. Dirinya memproyeksikan peluang bagi IHSG untuk kembali naik masih terlihat hingga beberapa waktu mendatang. Pada Rabu (5/12), IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.955-6.226 poin.

Sementara itu, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 475.850 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,62 miliar lembar saham senilai Rp10,89 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 221 saham menurun, dan 127 saham tidak bergerak nilainya. Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup melemah 538,70 poin (2,39%) ke 22.036,05, indeks Hang Seng menguat 78,40 poin (0,29%) ke 27.260,44, dan indeks Strait Times melemah 22,83 poin (0,72%) ke posisi 3.167,79.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 6,47 poin atau 0,12% menjadi 6.124,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,30 poin atau 0,03% menjadi 979,09.”IHSG melanjutkan tren positif pada perdagangan hari ini seiring dengan meredanya tekanan pasar setelah AS dan China sepakat mencegah eskalasi perang tarif," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah.

Dia mengemukakan, AS-China sepakat mencegah eskalasi perang tarif dengan tidak mengenakan tarif baru antara dua belah pihak selama 90 hari. Dalam kurun waktu itu, AS-China juga akan mencari solusi perdagangan dan beberapa isu seperti transfer teknologi, reformasi struktural dan proteksi properti intelektual.”Walaupun itu positif, namun pasar masih harus berhati-hati, mengingat hal itu hanya sebagai gencatan senjata. Pembicaraan ke depan, juga sekiranya akan alot mengingat banyaknya isu yang dibicarakan," jelasnya.

Dia menambahkan, data inflasi November sebesar 0,27% juga masih menjadi katalis positif dari dalam negeri, sementara inflasi tahun ke tahun (yoy) mencapai 3,23%.”Tingkat inflasi itu menunjukan daya beli masyarakat Indonesia masih cukup kuat dan dorongan untuk mengkonsumsi masih tergolong tinggi," katanya.

Bursa regional di antaranya Indeks Nikkei dibuka melemah 129,51 poin (0,57%) ke 22.445,24, Indeks Hang Seng melemah 55,72 poin (0,20%) ke 27.126,31, dan Indeks Strait Times melemah 16,12 poin (0,51%) ke posisi 3.174,50.

BERITA TERKAIT

APBN 2020 Fokus ke Penguatan SDM dan Perlindungan Sosial

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan lebih berfokus…

Konsumsi Pasar Global Meningkat - Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh

NERACA Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark…

BPKN: Segera Revisi UU Perlindungan Konsumen! - DINILAI TIDAK SESUAI PERKEMBANGAN ZAMAN

Jakarta-Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak pemerintah agar merevisi Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Karena UU tersebut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…