Sentilan Bagi Pemerintah Via “Nabi Darurat, Rasul Ad Hoc”

Bersiaplah menyaksikan karya terbaru Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang dituangkan melalui jagad panggung teater berjudul “Nabi Darurat Rasul Ad-Hoc”. Pementasan ini merupakan refleksi mutakhir Emha Ainun Nadjib terhadap carut-marut keadaan manusia di muka bumi dan bakal dipentaskan di tiga kota, Taman Budaya Yogyakarta (2 Maret 2012), Gedung Kesenian Jakarta (9 Maret 2012), Surabaya (13-14 Maret 2012) dan terakhir di Universitas Negeri Semarang (26 Maret 2012).

Pementasan ini didukung oleh aktor-aktor senior, antara lain : Joko Kamto memerankan Ruwat Sengkolo, Brah Abadon diperankan oleh Sabrang ‘Noe’ LETTO, Nevi Budianto memerankan Pak Jangkep, Eko Winardi memerankan Alex Sarpin, Bambang Susiawan memerankan Ki Janggan, Mbah Soimun diperankan oleh Tertib Ruratmo, Fajar Suharno memerankan Lurah Sangkan, dan Polisi Gaspol diperankan oleh Kumbo, sedangkan para akustikus diperankan oleh Doni Kiai Kanjeng dan personil LETTO.

Dalam lakonnya, Emha secara lugas menggambarkan bahwa kerusakan dunia nampaknya tidak akan mampu diperbaiki oleh setingkat manusia yang mutunya sudah tercerai-berai. Maka, dibutuhkan personifikasi manusia setingkat Nabi atau Rasul untukmeruwatke arah perbaikan dunia. Pada intinya diperlukan campur tangan Tuhan untuk melakukan perubahan.

Yang istimewa dalam pementasan teater ini adalah hadirnya personil LETTO, yakni Sabrang ‘Noe’, Patub, Ari dan Dedhot, bukan hanya menggarap musiknya di belakang layar, namun juga tampil bermain musik, bahkan tampil sebagai pelakon-pelakon.

“Nabi Darurat, Rasul Ad-Hoc” menceritakan seorang bernama Ruwat yang tadinya hanya orang biasa, tiba-tiba menjadi sumber keributan dan pergunjingan. Semua kacau, semua berspekulasi, semua jadi ikut terlibat sampai polisi segala akhirnya menangkap Ruwat sebab dinilai meresahkan masyarakat. Semua menilai Ruwat dari persepsinya sendiri-sendiri. Ruwat sendiri berlaku aneh namun itu adalah upayanya untuk meredakan gejolak yang tengah terjadi. Ruwat sendiri sebenarnya sudah muak dengan segala hal busuk yang terjadi di sekitarnya, itu sebabnya dia percaya bahwa ada tahun di mana Tuhan menegur Indonesia dan menunjuk seseorang yang setingkat Nabi dan Rasul sebagai pemimpin sejati.

Bila Anda tertarik hendak menonton pertunjukan ini, datang langsung ke Gedung Kesenian Jakarta. Ada tiga jenis tiket yang bisa Anda peroleh yakni Festival (Rp 75.000), VIP (Rp 100.000) dan VVIP (Rp 150.000).

Related posts