Harga IPO Satria Mega Kencana Rp 165

NERACA

Jakarta - Calon emiten properti, PT Satria Mega Kencana Tbk menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 165 per saham. Dengan melepas sebanyak 400 juta lembar saham, maka perseroan bakal meraup dana segar di pasar sebesar Rp 66 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laman resmi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin.

Aksi korporasi perseroan dalam penawaran umum saham perdana sendiri telah mendapatkan penyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 30 November 2018 lalu. Penawaran umum perdana atas saham PT Satria Mega Kencana Tbk telah didaftarkan oleh emiten yang bersangkutan ke dalam penitipan kolektif KSEI dengan jadwal. Dalam aksi korporasi ini, perseroan juga menerbitkan sebanyak 200 juta waran seri I yang menyertai saham yang ditawarkan atau sebanyak 33,33% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Untuk diketahui, waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham yang ditawarkan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan, yakni tanggal 6 Desember 2018. Nantinya, setiap pemegang dua saham yang ditawarkan berhak memperoleh satu waran seri I. Selanjutnya, bagi pemegang waran dapat mengkonversinya menjadi saham dalam lima tahun dengan rasio satu waran dapat membeli satu saham.

Adapun masa penawaran umum pada tanggal 3-4 Desember 2018 dan dicatatkan di bursa efek Indonesia pada tanggal 10 Desember 2018. Sebagai informasi, total aset perseroan hingga 31 Mei 2018 adalah senilai Rp406 miliar, naik Rp47 miliar dibandingkan dengan akhir 2017 dan meningkat Rp313 miliar dibandingkan dengan akhir 2016.

Dari total aset tersebut, ekuitas perseroan tercatat Rp278 miliar, sedangkan liabilitas Rp128 miliar. Hingga Mei 2018, perseroan mencatatkan pendapatan Rp6,9 miliar, meningkat 45,5% dibandingkan periode yang sama 2017 Rp4,8 miliar. Perseroan masih membukukan rugi bersih senilai Rp10,6 miliar, meningkat pesat dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama 2017 yang hanya Rp1,7 miliar. Perseroan mengandalkan sumber pendapatan dari bisnis hotel dan spa.

BERITA TERKAIT

Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil

Harga Bapokting di Kota Sukabumi Tergolong Stabil NERACA Sukabumi - Perkembangan harga bahan pokok penting (Bapokting) dan barang strategis lainya…

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen NERACA Serang - Harga Gabah Kering Giling (GKG) pada tingkat petani…

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel NERACA Palembang - Tren penurunan harga batu bara di pasaran internasional sejak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…