Masuki Trend Menguat, IHSG Bergerak di Level 3.907-3.970

Neraca

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu ditutup kembali tertekan sebesar 24,56 poin untuk tiga hari berturut-turut. IHSG BEI ditutup turun 24,56 poin atau 0,62% ke posisi 3.942,52. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 7,25 poin atau 1,06% ke posisi 678,98 poin.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan IHSG tertahan isu pertumbuhan ekonomi China yang ikut di koreksi, “IHSG kembali melemah untuk ketiga hari berturut-turut. Melemahnya indeks BEI pada perdagangan Rabu masih didorong oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi China, Amerika Serikat (AS) dan Eropa pada tahun ini," katanya di Jakarta, Rabu (8/3).

Menurutnya, pelemahan indeks BEI juga didorong oleh harga komoditas yang cenderung fluktuatif. Keluarnya laporan kinerja emiten tahun buku 2011 juga tampaknya tidak mampu mengangkat IHSG untuk "rebound" dari area negatif. Berikutnya, indeks BEI Kamis diperkirakan cenderung bergerak "mixed" dengan kecenderungan positif dengan kisaran support-resistance 3.907-3.970 poin.

Pada perdagangan kemarin, tiga sektor berhasil menguat, yaitu indeks sektor industri dasar, properti dan perdagangan. Namun, koreksi masih terjadi di tujuh sektor lainnya sehingga indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sampai penutupan perdagangan.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 292,091 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 117.284 kali pada volume 5,933 juta lot saham senilai Rp 3,617 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 800 ke Rp 13.800, Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 16.550, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 4.500, dan Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 200 ke Rp 2.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Hero Supermarket (HERO) turun Rp 2.500 ke Rp 15.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.950 ke Rp 54.550, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 41.400, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 ke Rp 69.150.

Perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah melemah 33,364 poin (0,85%) ke level 3.933,712. Sementara Indeks LQ 45 melemah 7,982 poin (1,17%) ke level 678,245. Aksi jual dilakukan oleh investor lokal dan asing, targetnya saham-saham infrastruktur yang kemarin sempat naik, juga beberapa saham bank kelas berat.

Menurut research analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono, sentimen negatif dari buruknya data makroekonomi Amerika Serikat dan Eropa menjadi katalis negatif bagi indeks. "Selain itu proyeksi melambatnya pertumbuhan ekonomi China juga menjadi sentimen negatif bagi pasar," ujarnya.

Hampir seluruh indeks sektoral terkena koreksi, namun saham-saham properti masih mampu menguat dan menjadi satu-satunya penopang indeks. Sentimen negatif bermunculan dari regional hingga global, mulai dari krisis utang Yunani yang berkepanjangan hingga melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 54.797 kali pada volume 2,688 juta lot saham senilai Rp 1,772 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 161 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.050 ke Rp 16.850, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 200 ke Rp 2.200, Myoh (MYOH) naik Rp 125 ke Rp 3.925, dan Unilever (UNVR) naik Rp 100 ke Rp 18.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 55.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 41.450, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 ke Rp 68.850, dan Nipress (NIPS) turun Rp 250 ke Rp 3.200.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka turun 25,71 poin atau 0,64% ke posisi 3.941,36. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 6,55 poin atau 0,94% ke posisi 679,74 poin. Kata analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan, data produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa yang akan dirilis, serta perkembangan dari proses restrukturisasi utang antara Yunani dengan para kreditor swasta dinilai negatif pelaku pasar, sehingga bursa saham Asia melemah termasuk IHSG. "Pada perdagangan hari ini secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak dengan kecenderungan melemah seiring masih minimnya sentimen positif. Diproyeksikan indeks BEI bergerak di kisaran 3.940-4.010 poin," katanya.

Sementara analis Samuel Sekuritas, Christine Salim menambahkan, bursa Asia termasuk indeks BEI Rabu pagi meneruskan koreksi yang terjadi sejak awal pekan ini. "Pelemahan itu dipicu dari sentimen negatif Uni Eropa dan rilis produk domestik bruto (GPD) Australia yang hanya tumbuh 0,4% pada kuartal keempat di 2011 dibanding sebelumnya, kondisi itu dianggap negatif karena lebih rendah dari ekspektasi," katanya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 199,95 poin (0,96%) ke level 20.606,30, indeks Nikkei-225 turun 66,50 poin (0,69%) menjadi 9.571,13 dan Straits Times melemah 15,36 poin (0,52%) ke posisi 2.916,65. (bani)

Related posts