Cyber Security dan Pameran Fintech Digelar - Tingkatkan Ketahanan Nasional

NERACA

Jakarta– Tarsus Indonesia, perusahaan business-to-business (B2B) yang bergerak di bidang event, pameran, konferensi, dan media membawa edisi ke-4 dari ajang bisnis dan edukasi keamanan siber dan informasi terbesar di Indonesia, Cyber Security Indonesia (CSI) 2018 yang diadakan satu lokasi dengan edisi pertama dari Indonesia Fintech Show (IFS) 2018, ajang pameran industri financial technology terlengkap di tanah air.

Cheah Wai Hong, Portfolio Direktur Cyber Security Indonesia dan Indonesia Fintech Show dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, visi ekonomi Indonesia 2020 menuju The Digital Energy of Asia menjadi salah satu semangat perusahaan dalam menghadirkan CSI 2018 dan IFS 2018 secara bersamaan. “Menghadapi era teknologi dan digital yang semakin berkembang pesat, ketahanan nasional akan keamanan siber sangatlah penting guna mencegah tindak-tindak kriminalitas dan menjaga keamanan industri-industri teknologi, sebagai salah satu contohnya adalah industri fintech.”ujarnya.

Layaknya sebuah pameran, Cyber Security Indonesia 2018 hadir membawa produk dan solusi inovatif dalam ruang lingkup industri keamanan siber dan informasi yang nantinya akan dipamerkan oleh para eksibitor pameran. Selain pameran, kata Cheah Wai, Hong, CSI 2018 juga menghadirkan program konferensi selama tiga hari acara berlangsung yang membawa seluruh stakeholders mulai dari regulator hingga end users untuk saling berbagi informasi dan pemahaman terhadap topik-topik hangat seputar industri keamanan siber dan informasi pada tahun ini seperti national security focus, critical infrastructure focus, dan smart city (Industrial IoT) focus.

Selain itu CSI 2018 juga mengadakan Jakarta Hacking Competition (JHCom) yang diadakan selama tiga hari dimulai pada tanggal 5 – 7 Desember 2018 di lokasi acara. JHCom merupakan kompetisi nasional yang membawa tema keamanan siber dengan metode online dan offline. Kompetisi ini menyuguhkan permainan Capture the Flag (CTF) dan Computer Network Defense (CND).”Kami berharap CSI 2018 bisa menjadi platform bagi seluruh stakeholders yang ada dalam industri keamanan siber yang dapat memberikan insight, koneksi, serta peluang bisnis baru yang dapat mendukung pemerintah dalam meningkatkan ketahanan keamanan siber nasional. Kompetisi JHCom juga diharapkan dapat melahirkan ahli-ahli siber yang nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap Indonesia,”kata Cheah.

BERITA TERKAIT

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’ NERACA Jakarta - Kalau ada film yang dinantikan dan sekaligus dikritik adalah ‘After’ yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…