Permata Famillionaire Terus Dikembangkan

NERACA

Jakarta--- PT Bank Permata terus memompa simpanan dana masyarakat hingga 2012. Berdasarkan catatan, kinerja Bank Permata sepanjang 2011 mencatat laba bersih setelah pajak (konsolidasi - diaudit) sebesar Rp. 1,157 triliun atau meningkat 14% year-on-year (YoY) dari periode yang sama pada 2010. “Oleh karena itu dengan menempatkan nasabah dan keluarganya di dalam pusat kegiatan, kami berharap berbagai produk, layanan, dan program yang kami berikan dapat memenuhi kebutuhan nasabah dan keluarganya,” kata Bianto Surodjo - Head Retail Liabilities, Wealth Management dan e-Channels PermataBank, Bianto Surodjo dalam rilisnya, di Jakarta,7/3

Menurut Bianto, PermataBank memberikan perhatian yang sangat besar terhadap nasabah dan keluarganya karena kami memahami bahwa keluarga sangat penting bagi nasabah. “Apa yang kami lakukan menjadikan hubungan antara PermataBank dengan nasabah tidak lagi hanya sebatas hubungan transaksional belaka, namun lebih dari itu kami menginginkan hubungan yang lebih emosional,” tambahnya

Sementara itu Lani Darmawan, Head Network PermataBank menambahkan program PermataFamillionaire ini merupakan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat yang menginginkan produk dan layanan yang dapat memberikan berbagai manfaat. “Respon positif dari masyarakat ini dibuktikan dengan adanya peningkatkan yang cukup signifikan terhadap jumlah nasabah baru dan dana masyarakat selama periode Program PermataFamillionaire,” ujarnya

Seperti diketahui, kinerja operasional PermataBank selama periode 2011 terus membaik. Total laba operasional secara konsolidasi naik 33% YoY menjadi Rp. 1,437 triliun didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Pendapatan bunga Bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp. 4,124 triliun karena pertumbuhan kredit yang kuat sementara pendapatan berbasis biaya naik 19% yoy menjadi Rp. 1,035 triliun.

Kredit yang disalurkan PermataBank tumbuh 31% dari Rp. 52,8 triliun pada akhir 2010 menjadi Rp. 69,3 triliun pada akhir 2011. Kredit tumbuh pada semua segmen bisnis. Total aset secara konsolidasi per 31 Desember 2011 mencapai Rp. 101,3 triliun, naik 37% yoy dari Rp. 73,9 triliun per 31 Desember 2010. **cahyo

Related posts