Tiga Pabrikan Otomotif Rilis Pernyataan Bersama Kuatkan Aliansi

Para pucuk pimpinan dalam aliansi Nissan Motor Co, Renault SA dan Mitsubishi Motors Corp mengeluarkan pernyataan bersama baru-baru ini, yang menyatakan "berkomitmen penuh" untuk terus menguatkan aliansi otomotif raksasa tersebut.

Pernyataan bersama itu dirilis guna menyikapi gonjang-ganjing terkait masa depan aliansi setelah Carlos Ghosn ditangkap di Jepang atas tuduhan kejahatan keuangan pada pekan ketiga bulan November.

"Selama beberapa hari terakhir, Dewan Direksi Renault, Nissan Motor Co dan Mitsubishi Motors semuanya -- secara individu maupun kolektif -- secara tegas memastikan kembali komitmen kuat untuk Aliansi," demikian pernyataan bersama aliansi tersebut, disalin dari laman Antara.

"Aliansi mencapai sukses yang tak tertandingi dalam dua dekade terakhir," sambung pengumuman itu."Kami tetap berkomitmen penuh kepada Aliansi." Pernyataan itu merupakan hasil pembicaraan melalui konferensi video antara CEO sementara Renault Thierry Bollore, CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko, dan CEO Nissan Hiroto Saikawa.

Ketiga pimpinan itu akan menjadi nahkoda aliansi, meninggalkan pola satu pimpinan yang diterapkan selama era Carlos Ghosn. Kesepakatan tiga pimpinan itu juga setidaknya menepis rumor adanya perebutan kuasa antara tiga pabrikan itu.

Di sisi lain, pengumuman itu tidak merinci posisi Ghosn sebagai kepala aliansi, atau apakah akan meninjau struktur pemegang saham. Ghosn dilengserkan sebagai pimpinan dua produsen mobil Jepang, namun tetap menjabat CEO Renault.

Seorang pimpinan Mitsubishi Motors Corp mengatakan pada Selasa (27/11) bahwa saat ini pabrikan mobil tidak perlu mengembangkan teknologi baru secara sendirian, melainkan bisa memanfaatkan aliansi dengan pabrikan lainnya.

Dilansir Reuters, Mitsuhiko Yamashita selaku wakil presiden eksekutif Mitsubishi Motors menekankan pentingnya beraliansi dengan Nissan Motor Co dan Renault SA. Yamashita yang pernah menjabat sebagai insinyur di Nissan, mengatakan kemitraan tiga arah itu mengundang banyak manfaat, antara lain mengembangkan sumber komponen secara bersama-sama, sekaligus menggarap teknologi terbaru.

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan di Okazaki, Jepang. Komentar Yamashita terlontar satu hari setelah Mitsubishi menggulingkan Carlos Ghosn sebagai ketua, menyusul penangkapannya oleh jaksa Jepang dan pemecatannya dari Nissan pada pekan lalu atas dugaan kejahatan keuangan.

Nissan Motor menyatakan bahwa CEO perusahaan, Hiroto Saikawa, tidak pernah menyebutkan jika mereka akan meninjau kemitraan ekuitas dengan aliansinya, Renault, dilansir Reuters.

Harian bisnis Jepang, Nikkei, mengutip kata-kata Saikawa kepada karyawannya yang mengatakan "hubungan Nissan dengan Renault tidak atas dasar yang sama", sehingga memicu rumor hubungan yang kurang baik dengan Renault. Padahal Renault memiliki 43 persen saham Nissan, sedangkan Nissan memiliki saham 15 persen di Renault.

Seorang juru bicara Nissan mengatakan, Saikawa menuding adanya konsentrasi kekuasaan yang berlebihan pada satu orang, yakni Carlos Ghosn, yang merupakan CEO dan pimpinan Renault, kendati ia telah dilengserkan dari kursi pimpinan Nissan.

Namun ungkapan Saikawa itu justru membuat anggota dewan Renault dan Nissan tidak nyaman untuk saling berkomunikasi secara langsung, di tengah-tengah kasus Ghosn, kata juru bicara itu, demikian Reuters. Belum lama ini, Mitsubishi Motors Corp mengumumkan dewan direksi telah memecat Carlos Ghosn sebagai pimpinan.

BERITA TERKAIT

Pasar Otomotif Indonesia Diprediksi Lebih Positif di 2019

NERACA Jakarta – Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun…

Peluang Usaha Ini Bisa Raup Keuntungan dari Pertumbuhan Otomotif

      NERACA   Jakarta - Dari data Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan periode Januari…

Buka Jaringan di Uzbekistan - Hotel Sahid Bangun Hotel Bintang Tiga

NERACA Jakarta- Dalam menunjang ekspansi bisnisnya di luar negeri, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menggandeng kerjasama dengan Royal…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Pasar Otomotif Indonesia Diprediksi Lebih Positif di 2019

NERACA Jakarta – Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun…

Ford Gandeng Mahasiswa Untuk Riset Teknologi Swakemudi

Ford Motor Company Amerika meneken kesepakatan dengan Michigan State University (MSU) untuk menggelar penelitian bersama terkait teknologi kendaraan masa depan,…

GM Jual 200.000 Kendaraan Listrik di Amerika pada 2018

General Motors (GM) secara total telah menjual 200.000 kendaraan listrik di Amerika Serikat hingga akhir 2018, memicu penghapusan kredit pajak…