Picu Minat Investor, BEI Rilis Indeks Likuid 30

Neraca

Jakarta – Dongkrak minat investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menyiapkan tiga indeks pada 2012. Peluncuran tiga indeks ini dilakukan karena ada permintaan dari pelaku pasar. "Saat ini kami sedang menyiapkan indeks likuid 30, indeks infrastruktur, dan indeks perbankan dan rencananya, indeks ini akan dikeluarkan satu per satu, “kata Direktur Pengembangan BEI Friederica Widyasari di Jakarta, Selasa (6/3).

Selanjutnya, kata Friederica, kemungkinan indeks likuid 30 dapat dikeluarkan pada awal bulan depan dan saat ini sedang melakukan testing. Nantinya, ideks likuid 30 ini memang mirip dengan indeksLQ45.

Dalam indeks likuid 30 ini, akan dipilih secara selektif saham yang aktif diperdagangkan dengan melihat dari sisi likuiditas, kapitalisasi pasar, frekuensi, dan volumenya. Selain itu, BEI juga akan meluncurkan indeks infrastruktur dan perbankan.

Menurut Friederica, peluncuran ketiga indeks tersebut memang karena ada permintaan dari pelaku pasar. "Pada indeks infrastruktur akan berisi saham-saham infrastruktur. Memang ada permintaan dari pelaku pasar untuk indeks tersebut terutama aset manajemen lokal," kata Friederica.

Dia menuturkan, saat ini banyak lembaga keuangan dan pihak asing yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Hal itu didukung dari pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia yang dinilai cukup baik. Lembaga keuangan dan pihak asing khusus dari Malaysia, Jepang dan Korea Selatan tersebut tertarik berinvestasi lewat reksa dana dan juga sangat berminat dengan proyek infrastruktur di Indonesia.

Belum lama, pihak BEI kedatangan tamu dari Malaysia yang terdiri dari dana pensiun tentara Malaysia, aset management Malaysia, dan Khazanah. "Mereka datang kemari untuk update market kita. Mereka tertarik untuk masuk lewat reksa dana dan proyek infrastruktur," tutur Friederica.

Sebelumnya, BEI memiliki beberapa indeks di pasar saham antara lain, indeks LQ45, Kompas100, Jakarta Islamic Index (JII), Pefindo 25, Bisnis-27, Sri-Kehati, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). (bani)

Related posts