Tower Bersama Raup Laba Rp 764 Miliar di 2011

PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. ("TBIG") mencatatkan laba konsolidasi sebelum pajak per 31 Desember 2011 sebesar Rp 764 miliar atau tumbuh 49% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (6/3). Selain itu, sepanjang tahun 2011 perseroan juga berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 970 miliar, atau meningkat 45% dibandingkan dengan tahun 2010.

Kata CEO Tower Bersama, Wijaya Liong, rasio EBITDA konsolidasi dibandingkan pendapatan juga meningkat dari sebelumnya 76,4% menjadi 78,8% pada tahun 2011. “Maka jika hasil Q4 2011 disetahunkan, maka pendapatan dan EBITDA masing – masing adalah Rp 1.124 miliar dan Rp 889 miliar,”ujarnya.

Dia menambahkan, per tanggal 31 Desember 2011, pinjaman perseroan sebesar Rp 3.611 miliar dan saldo kas sebesar Rp 613 milyar, sehingga dengan demikian menjadikan rasio pinjaman bersih perseroan terhadap EBITDA Q4 2011 yang disetahunkan sebesar 3.4x.

Asal tahu saja, pada tanggal 1 Januari 2011, TBIG memiliki 4.729 penyewaan. Hingga 31 Desember 2011, TBIG memiliki 7.002 penyewaan, meningkat 48% selama tahun 2011. “Kami senang dapat mencatat pertumbuhan usaha, pendapatan dan marjin keuntungan yang mengesankan sepanjang tahun ini. Yang sangat menggembirakan ialah keberhasilan perseroan mencapai pertumbuhan organik dengan membangun lebih dari 1.100 menara (dengan 1.600 penyewaan) diluar pertumbuhan dari akuisisi MSI dan pertumbuhan yang akan diperoleh dari transaksi dengan Indosat,”kata Hardi Wijaya Liong.

Menurutnya, tahun 2011 ini adalah kali pertama perseroan dapat menyampaikan kinerja secara penuh (full year) sejak menjadi perusahaan yang tercatat di Bursa pada tahun 2010 yang lalu. Selanjutnya, perseroan juga mengalami pertumbuhan sekitar 2.300 penyewaan, dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan antara 1.600 sampai 2.000 penyewaan yang di sampaikan pada saat IPO roadshow dulu.

Hardi mengatakan, pada tahun 2012 ini, perseroan terus memberikan tantangan dan motivasi kepada segenap karyawan TBIG untuk melebihi hasil yang telah dicapai di tahun 2011, “Sejauh ini kami sangat senang dengan orderbook dan soft order kami yang sudah tercatat,”tegas Hardi Wijaya.

Related posts