Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA

Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek untuk peringkat perusahaan tersebut adalah stabil. Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Penegasan peringkat AA- tersebut berlaku untuk obligasi yang telah diterbitkan Chandra Asri, yakni obligasi I tahun 2016 dan obligasi berkelanjutan I tahun 2017. Selain itu, peringkat AA- ini juga berlaku untuk obligasi berkelanjutan yang diminta TPIA Tahun 2018 dengan jumlah maksimum Rp 2 triliun,di mana untuk tahap pertama maksimal Rp 500 miliar. Hasil obligasi akan digunakan untuk membayar utang perusahaan dan membiayai pengeluaran modal.

Kata analis Pefindo, Wilson Soegianto dan Niken Indriarsih, peringkat tersebut mencerminkan pandangan Pefindo mengenai peringkat TPIA di industri petrokimia domestik yang memiliki struktur permodalan dan arus kas yang kuat.”Namun, kepekaannya terhadap siklisitas industri dan paparan volatilitas penyebaran antara biaya bahan baku dan harga produk, serta risiko terkait dengan perluasan fasilitas petrokimia membatasi ratingnya, dalam pandangan kami,”ujar mereka.

Wilson dan Niken bilang, peringkat tersebut dapat dinaikkan jika profil bisnis TPIA meningkat secara signifikan. Di mana, perusahaan memperkuat dan menyediakan produk dan pasar yang lebih baik sehingga dapat mengurangi volatilitas margin dan sambil mempertahankan struktur permodalannya. Di sisi lain, peringkat tersebut bisa diturunkan Pefindo, jika ada kemerosotan yang terus-menerus di profil keuangan TPIA karena marjin profitabilitas yang lebih lemah dari yang diperkirakan sebagai hasil dari kenaikan harga bahan baku dan penurunan harga produk.

Sebagai info, berdasarkan laporan perusahaan, laba setelah pajak Chandra Asri pada akhir Juni 2018 sebesar US$ 115,5 juta. Angka ini turun 33,79% dari periode yang sama tahun lalu US$ 174 juta, disebabkan salah satunya oleh kenaikan biaya bahan baku naphta. Di sisi lain, pendapatan TPIA naik 7,6% menjadi US$ 1,28 miliar.

BERITA TERKAIT

Beri Waktu Dunia Usaha, Sertifikasi Halal Dilakukan Bertahap

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso mengatakan kewajiban sertifikasi halal akan dilakukan…

Rilis Layanan Reksadana CROS - Corfina AM Beri Imbal Hasil Menjanjikan

NERACA Jakarta – Membidik investor potensial dari kalangan milenial, Corfina Capital Asset Management terus melakukan inovasi produk reksadana dan teranyar,…

Tahun Depan, Pefindo Gelar Rights Issue 15%

Lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) akan melakukan penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak 15% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…