Menko Polhukam - Sengketa Laut China Selatan Harus Diselesaikan Damai

Wiranto

Menko Polhukam

Sengketa Laut China Selatan Harus Diselesaikan Damai

Singapura - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan sengketa Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai dengan menghormati ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati.

"Sengketa Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai. Hormati ketentuan-ketentuan yang sudah ada, jangan ada provokasi dan aksi-aksi yang memancing pertikaian," ujar Wiranto usai menghadiri ASEAN Political-Security Community Council Meeting ke-18 di Suntec Convention Centre, Singapura, Selasa (13/11).

Yang penting, lanjut dia, ajakan untuk menyelesaikan secara damai itu sudah masuk dalam ketentuan-ketentuan yang sudah pernah kita sepakati termasuk China sendiri juga setuju. Ia mengatakan semua pihak sepakat untuk tidak berkonflik.

Selain itu, Indonesia mendorong penyelesaian berbagai kesepakatan-kesepakatan yang mengarah kepada penyelesaian secara menyeluruh."Tetapi tidak mudah karena masing-masing punya kepentingan di Laut China Selatan," kata dia.

Laut China Selatan merupakan wilayah strategis yang berbatasan dengan Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan RRT. Di beberapa bagian terjadi tumpang tindih yurisdiksi antara negara-negara pihak (Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan RRT) yang menyebabkan potensi konflik di wilayah tersebut cukup tinggi.

Dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, para Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN mengeluarkan Deklarasi ASEAN tentang Laut China Selatan yang ditandatangani di Manila tanggal 22 Juli 1992. Adapun prinsip-prinsip yang dimuat dalam deklarasi ini, antara lain, menekankan perlunya penyelesaian sengketa secara damai, dan mendorong dilakukannya eksplorasi kerja sama terkait dengan keamanan komunikasi dan navigasi maritim; pelindungan atas lingkungan laut; koordinasi pencarian dan penyelamatan; upaya memerangi pembajakan di laut dan perampokan bersenjata serta perdagangan gelap obat-obatan. Ant

BERITA TERKAIT

China Berhasil Kuasai Ekonomi Dunia Dalam Waktu Singkat

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Helmy Fuady menunjukkan data bahwa Cina…

Menteri LHK: Dialog Tingkat Menteri Tangani Kerusakan Laut Global Membuahkan Hasil - Konferensi Perubahan Iklim di Polandia

Menteri LHK: Dialog Tingkat Menteri Tangani Kerusakan Laut Global Membuahkan Hasil Konferensi Perubahan Iklim di Polandia NERACA Katowice, Polandia -…

Tingkatkan Produktivitas Nelayan - XL Bantu Teknologi Digital Aplikasi Laut Nusantara

Menghadirkan manfaat teknologi digital untuk pemecahan solusi di masyarakat, terus dikembangkan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Salah satu produk…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KPPU Gelar Workshop Asesmen Persaingan Usaha

KPPU Gelar Workshop Asesmen Persaingan Usaha NERACA Bandar Lampung – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kurnia Toha, membuka kegiatan…

Ini Tanggapan Menko Polhukam Terkait Prabowo Sebut Indonesia Bisa Punah

Ini Tanggapan Menko Polhukam Terkait Prabowo Sebut Indonesia Bisa Punah NERACA Jakarta - Prabowo saat konferensi Nasional Partai gerindra 17…

BPOM Beri Penghargaan Kepada 32 Sekolah Jatim

BPOM Beri Penghargaan Kepada 32 Sekolah Jatim NERACA Surabaya - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Surabaya, Selasa…