Pool Advista Bidik Pendapatan Rp 87 Miliar

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) langsung mematok target bisnis lebih agresif lagi di tahun depan. Dimana perusahaan pembiayaan ini menargetkan pendapatan sebesar Rp 87 miliar di 2019. Angka ini lebih tinggi 163% dari proyeksi tahun ini yang ditargetkan Rp 33 miliar.Sementara itu, laba yang dibidik tahun depan sebesar Rp 32 miliar.

Kata Direktur Utama PT Pool Advista Finance, Asa Mirzaki, guna meraih target yang telah ditetapkan, perseroan akan fokus ekspansi ke pembiayaan produktif sebesar 70%. Apalagi sektor ini teruji menjaga rasio kredit macet atau non-performing finance (NPF) sebesar 0% per Juli lalu. Sampai periode itu, POLA sudah menyalurkantotal pembiayaan sebesar Rp 258 miliar.”Kami fokus ke produktif dan investasi. Berbeda dengan yang lainyang fokus ke konsumen,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai pelengkap kebutuhan nasabah, perseroan juga telah menyalurkan pembiayaan produktif di segmen syariah dengan porsi 10%. Selain itu, perseroan juga menganggarkan belanja modal tahun depan sebesar Rp 20 miliar sampai Rp 28 miliar dengan berfokus pada pengembangan infrastruktur terutama IT. Jumlah ini meningkat 4 miliar dari nilai tahun 2018 yakni Rp 16 miliar.

Sekretaris Perusahaan dan Direktur Pool Advista Finance, Raden Ari Priyadi menambahkan, belanja modal 2019 akan sedikit lebih besar sebab perseroan membutuhkan penguatan peralatan TI untuk mendukung operasional bisnis perusahaan. Sebelumnya, perseroan memiliki 31 kantor cabang, tetapi kini difokuskan hanya pada kantor pusat. Perseroan masih mempertahankan 3 cabang di Alam Sutra, Tangerang, dan Bandung, serta akan membuka 1 cabang lagi di Medan. Namun, fungsinya hanya untuk pemasaran.

Seluruh proses analisis atas aplikasi kredit diolah dan diputuskan oleh kantor pusat. Oleh karena itu, perseroan membutuhkan dukungan infrastruktur TI yang memadai. “Kami ingin memastikan proses dari penerimaan aplikasi hingga persetujuan tidak boleh lebih dari 14 hari kerja. Jadi, kami harus buat sistem yang mendukung itu,”jelasnya.

Perseroan berhasil meraup dana Rp108 miliar dari pelepasan 800 juta saham di harga Rp135. Setelah dikurangi biaya emisi, 50% dana tersebut ditujukan untuk investasi pengembangan infrastruktur perseroan, sedangkan 50% lainnya untuk modal kerja. Bersamaan dengan penawaran umum, Pool Advista juga menerbitkan sejumlah 800 jutawaran seri I yang seluruhnya dikeluarkan dari portepel Pool Advista. Harga pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 168. Dengan begitu, Pool Advista mengantongi dana Rp 1,34 miliar dari pelaksanaan waran.

Pada debut perdananya di pasar modal, saham POLA mengalami lonjakan sebesar 68,89% atau terkena auto rejection. Menurut Raden Ari Priyadi, saham perseroan memang mengalami kelebihan permintaan selama masa penawaran umum. Dari 800 juta saham yang ditawarkan perseroan, permintaan yang masuk mencapai 1,69 miliar saham.

BERITA TERKAIT

Pendapatan Grahamas Citrawisata Turun 10,13%

Semester pertama 2019, PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 10,13% menjadi Rp13,3 miliar dari periode yang sama…

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…