Kementan Salurkan 1.225 Sapi Indukan ke Peternak

NERACA

Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan menyalurkan sapi indukan jenis Brahman Cross sebanyak 1.225 ekor untuk peternak sebagai upaya mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.

"Saat ini telah kami distribusikan sapi Brahman Cross sebanyak 1.225 ekor ke peternak. Melalui upaya ini diharapkan terjadi peningkatan share produksi daging sapi dalam negeri dan, bertambahnya usaha sapi berskala usaha komersil," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan HewanI Ketut Diarmita dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, disalin dari Antara.

Ia menyampaikan bahwa penambahan indukan yang diambil dari Australia ini, secara nasional populasi sapi akan bertambah, sekaligus akan menambah sumber input produksi sebagai investasi dan menjadi pondasi menuju swasembada daging sapi yang dicanangkan tercapai pada 2022.

Secara umum, total penambahan indukan pada 2018 ditargetkan terpenuhi sebanyak 6.000 ekor dan akan didistribusikan ke peternak di 110 kabupaten/kota di 24 provinsi yang merupakan sentra sapi.

Penerima sapi indukan pada 2018, merupakan kelompok yang selektif, baik dari penyediaan sumber pakan dan pengalamannya dalam mengelola indukan. "Target kami, pada dua tahun pemeliharaan sudah berkembang di atas 50 persen dari total awal," ujar Diarmita.

Dalam upaya peningkatan populasi, selain penambahan indukan impor juga dilakukan beberapa upaya oleh Kementan yaitu percepatan peningkatan populasi sapi melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), lalu penguatan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan dengan menghasilkan bibit sapi/kerbau yang berkualitas, serta menekan jumlah pemotongan betina produktif. "Hal penting dan strategis juga dilakukan pemerintah untuk mendorong investor swasta untuk menginvestasikan modalnya di dunia peternakan dalam skala besar," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Sugiono menegaskan proses pemasukan sapi indukan saat ini dilakukan oleh beberapa UPT lingkup Ditjen PKH. Saat ini pemasukan sapi indukan sudah dilakukan oleh Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden sebanyak 1.225 ekor.

Penerima bantuan sapi indukan ini tersebar di 80 kelompok peternak dan 2 UPTD yang berada di 35 Kabupaten, 5 propinsi yaitu DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Penerima sapi indukan tersebut merupakan hasil verifikasi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari balai BBPTUHPT Baturraden dan dinas peternakan Kabupaten/Propinsi terkait. "Sapi-sapi tersebut telah sampai di Indonesia pada 30 Oktober 2018, yang sebelumnya telah dilakukan preshipment inspection (PSI) di negara asal," terang Sugiono.

Ditemui secara terpisah, Sintong Hutasoit, Kepala BBPTUHPT Baturraden Kementan mengatakan, untuk memastikan sapi-sapi yang datang sehat, sebelumnya timnya telah meninjau langsung kedatangan sapi indukan tersebut di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap. Selanjutnya, sapi-sapi tersebut juga telah dilakukan tindakan karantina selama 7 hari di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Cilacap.

Berdasarkan hasil tindakan karantina, sapi-sapi tersebut telah dinyatakan 100 persen dalam keadaan sehat, nafsu makan sangat bagus dan tidak menunjukan gejala terkena penyakit hewan, sehingga telah diterbitkan sertifikat Kesehatan Hewan (KH) 14 dari IKH Cilacap.

"Saat ini sapi-sapi tersebut sudah terdistribusi ke 80 kelompok dan 2 UPTD penerima dalam kondisi sehat. Pada hari ini adalah batas pengamatan 7 hari di kelompok dan UPTD sehingga dilaksanakan proses administrasi Berita Acara Serah Terima kepada kelompok dan UPTD tersebut," kata Sintong Hutasoit.

Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita pada paparan kinerja empat tahun terakhir di Jakarta, sebagaimana disalin dari Antara, mengatakan, pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2017 hingga saat ini terhitung 4 November 2018, sudah lahir 2.385.357 ekor dari indukan sapi milik peternak. "Capaian kinerja kelahiran pedet ini dalam enam bulan ke depan diprediksi akan bertambah lagi dan mencapai kurang lebih 3,5 juta ekor," katanya.

BERITA TERKAIT

LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp211 M di Sumsel

LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp211 M di Sumsel NERACA Palembang - Dalam 10 tahun terakhir, Lembaga Pengelola Dana…

Kementan: Harga Ayam Tingkat Peternak Mulai Naik

NERACA Jakarta – Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyebutkan bahwa harga ayam hidup (livebird/LB) di…

Akulaku Salurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun Perbulan

    NERACA   Jakarta – Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih mengatakan bahwa…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Kemarau Bakal Lama, Serapan Beras Bulog Dikhawatirkan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019…