Negara Anggota Sepakat Perundingan RCEP Bakal Tuntas di 2019 - Kerjasama Internasional

NERACA

Jakarta – Negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menyepakati menuntaskan negosiasi RCEP pada 2019. Komitmen tersebut tertuang dalam pernyataan bersama kepala negara anggota RCEP di Singapura, pekan lalu. Negara yang tergabung dalam pembahasan RCEP antara lain negara ASEAN free trade agreement, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboja, Myanmar, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos.

Sementara 6 negara mitra perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) ASEAN adalah China, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. "Kami menegaskan kembali komitmen kami dalam negosiasi untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan sebagai upaya membangun lingkungan perdagangan dan investasi yang terbuka di kawasan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi global," menurut pernyataan RCEP, disalin dari Antara.

Kepala negara/pemerintahan anggota RCEP mencatat bahwa tugas untuk menyimpulkan negosiasi menjadi lebih mendesak dan signifikan mengingat tantangan yang dihadapi saat ini dalam konteks ekonomi global.

Dalam hal ini, kami melakukan komitmen bersama untuk menyelesaikan negosiasi RCEP dengan cepat untuk mengembangkan sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan.

Para pemimpin menyambut kemajuan substansial yang dibuat dalam negosiasi RCEP pada 2018. "Kami telah maju ke tahap akhir negosiasi. Kami bertekad untuk menyimpulkan RCEP yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan pada tahun 2019," berdasarkan pernyataan.

Para pemimpin menyambut kesepakatan 7 Bab dalam perjanjian RCEP, yaitu Kerja sama Ekonomi dan Teknis (ECOTECH), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Prosedur Kepabeanan dan Fasilitasi Perdagangan (CPTF), Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (Government Procurement), Institutional Provision, Sanitary dan Phitosanitary (SPS), serta Standard, Regulasi Teknis dan Prosedur untuk Penilaian Kesesuaian (STRACAP).

Para kepala negara menyoroti perlunya meningkatkan momentum ini untuk menyepakati semua bab. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-33, para Menteri Ekonomi peserta RCEP yang terdiri dari 10 Menteri Ekonomi ASEAN dan 6 Menteri mitra perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) ASEAN yaitu Australia, India, Jepang, Korea, China, dan Selandia Baru membahas 8 bab dari 21 bab perjanjian RCEP.

"Kami menegaskan kembali keterlibatan para pemangku kepentingan termasuk perwakilan dari sektor bisnis, organisasi non-pemerintah, dan lainnya untuk memastikan RCEP tetap inklusif," berdasarkan pernyataan tersebut.

Kepala negara anggota RCEP bertekad kuat untuk menyelesaikan perundingan pada 2019. "Kami akan mencari solusi yang kreatif, pragmatis, realistis, dan dapat diterima bersama untuk isu-isu yang tersisa. Dengan demikian dapat dihasilkan suatu perjanjian yang komprehensif dan seimbang," berdasarkan pernyataan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong penyelesaian tiga bab kerangka kerja sama dalam perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang belum disepakati oleh para menteri ekonomi ASEAN lainnya.

"Tiga bab yang belum disepakati yaitu kompetisi, mekanisme "dispute settlement", serta standar dan kualitas barang. Kami dorong penyelesaian tiga bab itu dalam rangkaian pertemuan KTT ke-33 ASEAN," ujar Enggartiasto Lukita di sela-sela KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11).

Menteri Enggartiasto mengatakan bahwa Indonesia bersama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya membahas 8 bab dari 21 bab perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Kedelapan bab itu antara lain kerja sama ekonomi, UMKM, prosedur kepabeanan, pengadaan pemerintah, ketentuan pemerintah, kebijakan persaingan, mekanisme penyelesaian sengketa, serta standar dan kualitas barang.

"Total semuanya ada 21 bab kerangka kerja sama dalam RCEP. Saat ini menteri ekonomi negara-negara anggota ASEAN mendiskusikan delapan bab kerangka kerja sama. Lima bab sudah disepakati, tinggal tiga bab yang belum," kata dia.

Bab-bab yang belum terselesaikan itu, lanjut dia, dikarenakan adanya perubahan kebijakan dari negara-negara anggota ASEAN untuk melindungi kepentingan mereka masing-masing. "Kami menargetkan delapan bab kerangka kerja sama RCEP dapat dirampungkan dalam KTT ke-33 ASEAN. Kalau 8 bab selesai maka bab-bab yang lainnya mudah untuk diselesaikan," kata dia.

Kemudian, kerangka kerja sama dalam RCEP itu akan dibahas bersama dengan 15 negara peserta RCEP dalam pertemuan pada Maret 2018 di Kamboja. Kelima belas negara RCEP itu adalah 10 negara Asia Tenggara, Tiongkok, India, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Jepang. RCEP-perjanjian perdagangan bebas antara anggota ASEAN dan enam negara mitra-ini mulai dibahas sejak 2013.

BERITA TERKAIT

Garap Empat Proyek TOD - URBN Bidik Pendapatan Rp 400 Miliar di 2019

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mengincar pendapatan tahun…

Dinas: 2019 Tol Bocimi Beroperasi Hingga Sukabumi

Dinas: 2019 Tol Bocimi Beroperasi Hingga Sukabumi NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memperkirakan pada 2019 Jalan…

Perlu Standarisasi Halal Internasional

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Perlu dan tidaknya standarisasi halal internasional sudah lama dibicarakan oleh berbagai pihak, hal…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…