Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA

Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private placement atau Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan target dana Rp1,54 triliun.Aksi korporasi perseroan pun telah mendapatkan izin dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro menyampaikan, RUPSLB menyetujui PMTHMETD dengan nilai maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.”Peningkatan modal ini nantinya akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hilmi menyebutkan, pasar ekuitas dan komoditas saat ini belum berada dalam kondisi yang stabil. Oleh karena itu, Medco perlu berhati-hati dan konservatif dalam menentukan pilihan mengelola struktur permodalan.Sebelumnya, MEDC mendapatkan izin private placement melalui RUPSLB pada 14 Mei 2018 dengan harga pelaksanaan Rp1.306. Namun, setelah itu harga sahamnya cenderung menurun sehingga harga pelaksanaan private placement itu berada di atas harga pasar.

Oleh karena itu, perseroan memutuskan membatalkan RUPSLB terdahulu dan mengagendakan RUPSLB kembali pada 15 November 2018 dengan rata-rata harga pasar 25 hari yang baru, yakni Rp868. Dalam RUPSLB, ada tiga agenda yang akan diputuskan. Agenda pertama,pembatalan PMTHMETD yang telah disetujui RUPS tanggal 14 Mei 2018, kedua,persetujuan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor perseroan. Adapun, agenda ketiga adalah perubahan anggaran dasar perseroan.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Arandi Ariantara pernah bilang, kenaikan harga minyak bisa meningkatkan kinerja emiten yang memproduksi minyak, sebut saja Medco Energi. Bahkan dirinya memperkirakan kinerja perseroan akan semakin baik, selain kenaikan harga minyak juga karena Medco Power Indonesia akan memberikan kontribusi pendapatan. Hal senada juga disampaikan Kepala Riset Narada Kapital Indonesia, Kiswoyo Adi Joe. Disampaikannya, Medco menjadi perusahaan yang banyak diuntungkan di tengah kenaikan harga minyak.”Kemarin dia banyak melakukan ekspansi seperti akuisisi tambang, yang bisa memberikan kontribusi bagi MEDC,”tuturnya.

Sebagai info, kinerja MEDC di paruh pertama tahun ini tidak begitu mulus. Tercatat, pendapatan naik sebesar 42% secara year on year (yoy) menjadi US$ 578 juta. Sedangkan laba bersih MEDC turun 48% yoy menjadi US$ 41 juta. Penjualan terbesar berasal dari produk minyak dan gas bumi dengan nilai US$461,66 juta, naik 15,01% dari semester I/2017 yang sebesar US$401,39 juta. Selanjutnya, penjualan tenaga listrik dan jasa terkait senilai US$116,46 juta pada Januari-Juni 2018, dari sebelumnya tidak ada.

Sementara menurut CEO Medco Energi Internasional, Roberto Lorato, peningkatan pendapatan didukung kenaikan kinerja operasional dan program efisiensi perusahaan. Biaya produksi hanya US$8,5 per Barrel Oil Equivalent (BOE), sesuai target perseroan yang menjaga biaya per unit di bawah US$10 per BOE.

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Digitalisasi Dorong Pengembangan Bisnis UKM

    NERACA   Jakarta - Indonesia sudah memasuki era digitalisasi, era disrupsi, serba mudah dan instan, atau kekinian. “Bagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…