Aksi Beli Asing Lanjutkan Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/11) melanjutkan penguatannya dengan ditutup lebih tinggi dan hal ini didorong aksi beli investor asing. IHSG BEI ditutup menguat sebesar 97,43 poin atau 1,66% menjadi 5.955,73. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 20,44 poin atau 2,21% menjadi 946,23.

President Research Department, Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, investor asing yang kembali melakukan aksi beli membuat pergerakan IHSG terus melanjutkan penguatannya."Aliran dana asing masuk ke pasar saham cukup kuat menopang pergerakan IHSG,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp1,02 triliun. Menurut dia, dana asing yang masuk ke pasar saham itu tidak lepas dari fundamental perekonomian yang kuat, sehingga investor asing yakin menempatkan dananya di Indonesia, dalam hal ini pasar saham.

Di tengah situasi itu, IHSG masih memiliki potensi untuk mengalami kenaikan lanjutan untuk rentang jangka menengah ke panjang. Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham kemarin, sebanyak 424.165 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,44 miliar lembar saham senilai Rp8,56 triliun. Sebanyak 226 saham naik, 152 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup melemah 42,86 poin (0,20%) ke 21.803,61, indeks Hang Seng menguat 448,91 poin (1,75%) ke 26.103,34, dan indeks Strait Times menguat 11,34 poin (0,37%) ke posisi 3.054,53. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 26,92 poin atau 0,46% menjadi 5.885,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 6,71 poin atau 0,73% menjadi 932,50.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, upaya pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu katalis positif bagi IHSG.”Pemerintah terus melakukan pembenahan fundamental ekonomi dengan menekan defisit transaksi berjalan," jelasnya.

Dia menambahkan, harapan pelaku pasar yang positif terhadap data neraca perdagangan yang akan dirilis dengan ekspor yang membaik dan penurunan impor akibat perluasan kebijakan B20 turut menopang pergerakan IHSG.

BERITA TERKAIT

Masuki Jenuh Jual - Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/2) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Penguatan Industri Hulu Jadi Salah Satu Prioritas Utama

NERACA Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur. Ada…

SE Pelaksanaan Aksi Cegah Korupsi Masih Tahap Finalisasi

SE Pelaksanaan Aksi Cegah Korupsi Masih Tahap Finalisasi NERACA Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar menekankan surat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…