PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan II. Adapun sebelumnya, Bank BRI menargetkan akan menghimpun dana sebesar Rp20 triliun selama periode PUB II obligasi tersebut.

Corporate Secretary Bank BRI, Bambang Tribaroto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan bahwa perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sampai dengan tahap IV selama periode PUB II obligasi. Sampai dengan penerbitan obligasi tahap IV, Bank BRI hanya mampu menghimpun dana sebesar Rp17,292 triliun.”Penghentian PUB II obligasi Bank BRI disebabkan oleh periode waktu yang tersisa untuk menghimpun pendanaan melalui PUB II obligasi sudah tidak memungkinkan,”ujarnya.

Dengan dihentikannya PUB II obligasi ini, Bank BRI tidak dapat memenuhi target penghimpunan dana yang ditetapkan Bank BRI, yaitu sebesar Rp20 triliun. Adapun besaran sisa dana yang tidak dihimpun dalam PUB II obligasi Bank BRI jumlahnya mnecapai Rp2,708 triliun. Sebagai info, BBRI mencatat laba bersih sebesar Rp 23,5 triliun sampai kuartal III-2018. Laba bersih ini naik 14,6% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 20,5 triliun.

Perseroan menjelaskan, laba bersih ini didorong oleh pendapatan bunga bersih dari penyaluran kredit. Selain itu laba ini juga didorong oleh pertumbuhan fee based income yang naik 18,4% yoy. Kemudian realisasi penyaluran kredit BRI sampai kuartal III-2018 sebesar Rp 808,9 triliun atau naik 16,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun2017 sebesar Rp 694,2 triliun.

Disebutkan, penyaluran kredit ini didorong oleh segmen UMKM sebesar Rp 621,8 triliun atau 76,9% dari total kredt BRI. Secara yoy pertumbuhan kredit UMKM BRI naik 16,5% yoy. Seiring pertumbuhan kredit, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BRI sampai kuartal III-2018 sebesar 2,5%. Dari sisi rasio seperti efisiensi atau BOPO sampai kuartal III-2018 sebesar 70,6% atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 73,2%. Dengan kinerja ini, total aset BRI sampai kuartal III-2018 sebesar Rp 1183,4 triliun naik 13,9% yoy.

BERITA TERKAIT

Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Dari Presiden RI

Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Dari Presiden RI  NERACA Jakarta - Keberhasilan Pemerintah Kota…

Beri Waktu Dunia Usaha, Sertifikasi Halal Dilakukan Bertahap

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso mengatakan kewajiban sertifikasi halal akan dilakukan…

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market NERACA Jakarta - Sekitar 20 persen dari ponsel pintar yang beredar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…