Ketua BKBM: Kemaritiman Sediakan 45 Juta Lapangan Kerja

NERACA

Jakarta - Ketua Badan Kerjasama Usaha Bidang Maritim (BKBM) Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa sektor kemaritiman memiliki potensi lapangan kerja bagi 45 juta warga Indonesia."Angka itu sekitar 40 persen angka kerja nasional. Selain tenaga kerja, kemaritiman juga berpotensi memberikan nilai ekonomi sebesar 1,4 triliun dolar AS per tahun atau tujuh kali lipat APBN 2016," tutur Rokhmin dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Kamis (15/11).

Menurut dia, jika sektor kemaritiman bisa dikelola dengan unsur teknologi dan manajemen yang profesional maka akan mudah bagi Indonesia mewujudkan potensi-potensi tersebut. Dalam kegiatan lokakarya kemaritiman di kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Rokhmin juga memotivasi para pemimpin kepala daerah untuk mencari ide meningkatkan pendapatan dari sektor maritim.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu memaparkan, angka kemiskinan di Indonesia yang berada pada 9,8 persen atau sekitar 25,9 juta orang dapat ditekan jika negara bisa memanfaatkan sektor maritim sebagai salah satu tumpuan ekonomi."Jika ekonomi maritim sudah berjalan, maka diharapkan masalah kemiskinan di Indonesia bisa selesai. Peringkat ekonomi dunia bisa naik dari posisi ke-16," ujarnya seperti dikutip Antara.

Berdasarkan BKBM, ada 11 potensi kemaritiman di Indonesia yang bisa digarap antara lain perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut. Selanjutnya, industri dan jasa maritim, sumber daya pulau kecil, "coastal forestry", dan sumber daya non-konvensional.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo optimistis sektor kemaritiman bisa membantu perkembangan ekonomi nasional."Kemaritiman memberi harapan bagi bangsa untuk mengejar ketertinggalan dan menjadikan Indonesia sebagai negara kuat, baik dari ekonomi maupun pertahanan keamanan," kata Hadi.

Kemendagri mengklaim, meski pengembangan sektor maritim belum optimal namun turut berkontribusi pada menurunnya angka kemiskinan di Indonesia. Hadi memaparkan, target pencapaian indikator ekonomi pada 2019 untuk angka kemiskinan ialah sekitar delapan hingga 9,5 persen, namun pada tahun ini sudah mendekati angka tersebut yaitu 9,8 persen. Sementara angka pertumbuhan ekonomi tahun depan ditargetkan 5,4-5,8 persen dan diharapkan bisa ikut menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi juga masih terlihat di daerah-daerah terpencil atau yang jauh dari pusat ekonomi, kata dia melanjutkan. Oleh karenanya pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa akan terus dikerjakan guna mengatasi kesenjangan serta mempercepat upaya menangani ketertinggalan di daerah, khususnya pulau terluar."Kami dari pusat juga pasti akan bantu apa yang dibutuhkan pemerintah daerah untuk pengembangan ekonomi. Semoga bermanfaat bagi semua masyarakat," kata Hadi.

Sebelumnya, Rokhmin mengatakan nelayan dan pembudidaya miskin merupakan salah satu tantangan pemerintah dan pelaku usaha untuk menguatkan industri maritim di Indonesia."Merujuk data Badan Pusat Statistik pada 2018, sekitar 20-48 persen nelayan dan 10-30 persen pembudidaya masih miskin," kata Rokhmin dalam sesi diskusi di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (14/11).

Kondisi itu, Rokhmin menjelaskan, salah satunya disebabkan harga jual hasil tangkap yang tidak sebanding atau terlampau murah ketimbang harga produksinya. Sementara itu, kuantitas produksi dari nelayan dan pembudidaya, khususnya skala kecil dan menengah, masih terbilang rendah, dibanding pengusaha perikanan.

Hasil tangkapan yang rendah, menurut Rokhmin disebabkan karena sebagian besar nelayan dan pembudidaya masih menerapkan metode tradisional dalam berusaha."Sebagian besar usaha kelautan dan perikanan, seperti penangkapan ikan, budidaya, pengolahan, dan perdagangan dilakukan secara tradisional. Contohnya, 625.633 unit kapal ikan, hanya 3.811 unit diantaranya atau sekitar 0,6 persen yang tergolong modern," sebut Rokhmin yang juga Ketua Penasehat Kadin bidang Kelautan Perikanan. mohar

BERITA TERKAIT

Otomotif - Kemenperin Optimistis Ekspor Mobil Tembus 1 Juta Unit Tahun 2025

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian optimistis jumlah ekspor mobil produksi Indonesia akan mencapai 1 juta unit pada tahun 2025. Agar…

Omzet UKM Binaan PNM Tembus Rp95 Juta/bulan

Omzet UKM Binaan PNM Tembus Rp95 Juta/bulan NERACA Payakumbuh, Sumbar - Sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) binaan PT Permodalan…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

BANYAK FAKTOR PENGARUHI EKONOMI INDONESIA - Menkeu Akui Pertumbuhan Investasi Turun

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan investasi semester I-2019 bakal berada di kisaran 5%, walau dia berharap laju investasi di…

BPKN SOROTI KASUS OVO DAN BANK MANDIRI - Insiden Konsumen E-Commerce Diduga Meningkat

Jakarta-Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memperkirakan insiden perlindungan konsumen (PK) terkait e-commerce akan meningkat pesat di tahun mendatang, seiring dengan…

Meski Sudah Normal, Bank Mandiri Blokir Sementara 2.670 Rekening

NERACA Jakarta-Meski memastikan layanan perbankan normal, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memblokir sementara 2.670 rekening nasabah terdampak akibat kesalahan sistem…