NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan secara kumulatif Januari-Oktober 2018, defisit itu mencapai US$5,51 miliar. Sementara itu, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta pemerintah untuk mewaspadai harga pangan menjelang akhir tahun, karena inflasi Desember sering terjadi seiring dengan kenaikan harga dari beberapa komoditas pangan.

NERACA

Menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, defisit perdagangan pada Oktober 2018 terjadi karena nilai ekspor hanya meningkat 5,87% dari US$15,25 miliar (September 2018) menjadi US$15,8 miliar. Sedangkan nilai impor melesat hingga 20,6% dari US$14,25 miliar menjadi US$17,62 miliar pada periode yang sama.

Dari sisi ekspor, peningkatan terjadi karena ekspor migas meningkat 15,18% menjadi US$1,48 miliar dan ekspor non migas naik 4,99% menjadi US$14,32 miliar. "Untuk migas, terjadi kenaikan ekspor baik di minyak maupun gas. Sedangkan non migas, dari