Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun - Strategi Hilirisasi

NERACA

Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan kapasitas 13.500 TNi yang saat ini progresnya sudah mencapai 80% progres dan selesai pada akhir tahun ini. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Dimas Wikan Pramudhito, Direktur Keuangan ANTM, nantinya kapasitas fernikel ANTM akan naik 50% dari 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun. Kehadiran pabrik Feronikel Haltim tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk mencapai kinerja yang solid melalui proyek-proyek hilirisasi. "Sehingga mampu memberikan imbal hasil yang positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentinan lainnya. Dengan adanya strategi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan struktur keuangan serta meningkatkan kinerja saham ANTM," ujarnya.

Dari sisi pengembangan bauksit ANTM juga tengah fokus pada pembangunan SGAR bekerjasama dengan Inalum yang memiliki kapasitas 1 juta ton SGA per tahun. Rencananya proyek tersebut akan groundbreaking pada kuartal IV tahun ini. Sampai sembilan bulan mencatat produksi feronikel 19.264 TNi naik 21% ketimbang sebelumnya 15.813 TNi. Penjualan juga mengalami peningkatan 49% dari 12.816 TNi menjadi 19.149 TNi.

Untuk komoditas emas, sampai kuartal III dari produksi tambang Pongkor dan Cibaliung tercatat sebesar 1.478 kg atau naik 0,3% dari sebelumnya 1.473 kg. Sedangkan volume penjualan naik 221% dari 6.966 kg menjadi 22.388 kg. ANTM terus melakukan inovasi penjualan emas mulai penjualan melalui distribusi ANTAM-LM di dalam negeri, dan menggandeng PT Pos Indonesia, PT Bank Jabar Banten dan lainnya.

Saat ini, lanjut Dimas, perseroan telah mengeluarkan biaya eksplorasi awal sebesar Rp 3,77 miliar pada Oktober 2018. Kegiatan eksplorasi perusahaan pada bulan lalu eksplorasi ANTM komoditas emas, nikel dan bauksit. Kegiatan eksplorasi ANTM pada Oktober lalu dilakukan di beberapa wilayah. Seperti di Pongkor, Cibaliung Pomalaa dan Mempawah, Kalimantan Barat.

Eksplorasi emas dilakukan di Wilayah Pongkor, Cibialung dan beberapa daerah prospek Pongkor lainnya. Eksplorasi yang dilakukan ANTM di Pongkor yaitu dengan cara model geologi dan pemboran, sementara itu di Cibialung ANTM melakukan pemetaan geologi, pengukuran geofisika dan ground magnet serta pemboran inti. Adapun total biaya eksplorasi emas ANTM pada Oktober mencapai Rp 915,12 juta.

Selanjutnya, total biaya eksplorasi prelimenary nikel ANTM pada bulan lalu mencapai Rp 2,62 miliar. Kegiatan eksplorasi nikel di Pomalaa dan Tapunopaka dilakukan dengan cara percontoan core, logging core, pengeboran single, pengukuran grid, preparasi dan analisa conto laboratorium. Di Waykulum ANTM melakukan hal yang sama, hanya saja di wilayah tersebut ANTM juga melakukan pemetaan geologi.

Sementara itu, total biaya eksplorasi ANTM di tambang baksuit mencapai Rp 237,29 juta. Eksplorasi tersebut dilakukan di daerah Mempawah, Kalimantan Barat dengan cara melakukan pengurukan grid, pengukuran GPS, pemetaan geologi, pembuatan test pit dan logging test pit.

BERITA TERKAIT

Otomotif - Kemenperin Optimistis Ekspor Mobil Tembus 1 Juta Unit Tahun 2025

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian optimistis jumlah ekspor mobil produksi Indonesia akan mencapai 1 juta unit pada tahun 2025. Agar…

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Indonesia Perlu Pertajam Strategi Diplomasi Ekonomi

  NERACA Jakarta - Kepala Departemen Ekonomi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, meyakini strategi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Libur Sekolah dan Lebaran - Laba Bersih ROTI Melesat Tajam 153,82%

NERACA Jakarta – Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan…

Benahi Fundamental Bisnis - KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian…

Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA Jakarta  -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi…