BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan sementara perdagangan atau suspensi saham dan waran seri I PT Shield On Service Tbk (SOSS). Penghentian perdagangan itu dilakukan efektif per perdagangan Kamis (15/11) kemarin.

Kata Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, tujuan suspensi dilakukan adalah untuk cooling down karena saham perseroan mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.”Penghentian tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai,”ujarnya.

Tujuan dihentikannya perdagangan efek emiten bersandi SOSS itu bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham dan waran seri I SOSS.”Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," paparnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan saham SOSS sebagai efek syariah. Secara periodik OJK akan melakukan review atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

BERITA TERKAIT

Saham Berkah Prima Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Mengalami peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi perdagangan saham PT Berkah…

Rencanakan Go Private - BEI Minta Klarifikasi Manajemen SCBD

NERACA Jakarta- Niatan PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) untuk go private, direspon langsung oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

Lagi, BEI Suspensi Saham Trikomsel Oke

NERACA Jakarta – Selang sehari sahamnya di perdagangankan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara atau suspensi saham PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…