United Tractors Serap Belanja Modal 65%

NERACA

Jakarta – Selain pencapaian kinerja yang cukup apik, di kuartal tiga 2018, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah merealisasikan belanja modal sekitar 65% dari total belanja modal tahun ini.”Realisasi capex UNTR per kuartal III-2018 sebesar Rp7,7 triliun atau 65% dari total yang dianggarkan. Sebagian besar digunakan untuk penggantian alat berat yang sudah usang di bisnis kontraktor tambang. Sedangkan sisanya untuk perbaikan fasilitas di bisnis distribusi alat berat dan tambang,”kata Corporate Secretary UNTR, Sara K Loebis di Jakarta, kemarin.

Di kuartal tiga tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan. Pendapatan bersih melonjak 32,21% menjadi Rp 61,12 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,25 triliun. Bisnis UNTR unit mesin konstruksi menyumbang 35% dari total pendapatan, kemudian unit kontraktor penambangan menyumbang 47%, disusul pendapatan dari pertambangan sebesar 13%, dan dari unit bisnis industri konstruksi menyumbang sebesar 5% dari total pendapatan.

Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat 28,56% menjadi Rp 46,04 triliun ketimbang Kuartal III 2017 sebesar Rp 35,81 triliun. Meski begitu laba kotor UNTR menjadi Rp 15,07 triliun naik 44,48% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,43 triliun. Selain itu beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp 2,20 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,87 triliun.

Laba bersih UNTR meningkat 61,10% menjadi Rp 9,07 triliun pada kuartal III 2018, laba bersih perusahaan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,63 triliun. Menurut Sara, kinerja UNTR kuartal III sudah sesuai dengan ekspetasi. “Faktor utama yang menunjang adalah peningkatan kegiatan sektor tambang batubara. Sehingga untuk ekpansi tahun depan, UNTR masih akan berfokus untuk mengembangkan bisnis yang sudah ada,” ujarnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 20% dari Rp 64,55 triliun. Pendapatan tahun ini akan lebih banyak disumbangkan oleh bisnis pertambangan dan mesin konstruksi. Direktur Keuangan dan Akuting United Tractor, Iwan Haiantoro pernah bilang, pertumbuhan kinerja perseroan tahun ini akan ditopang peningkatan kinerja beberapa anak usaha di tahun ini.”Kenaikan pendapatan tahun ini lebih banyak dari pertambangan dan mesin konstruksi karena tingkat over burden yang tinggi. Target pendapatan bisa 20%, kalau laba biasanya tidak kita berikan," ujarnya.

Diakui Iwan bahwa kenaikan harga batu bara sejak akhir tahun lalu akan sangat positif bagi kinerja perusahaan di tahun ini. Pada 2018, perusahaan menargetkan pertumbuhan produksi batu bara di tahun ini mencapai 7 juta ton di tahun ini. Anak usaha United Tractor yang bergerak di sektor konstruksi, PT Acset Indonusa (ACST) ditargetkan memperoleh kontrak baru senilai Rp 10 triliun.

Sementara itu, penjualan alat berat Komatsu tahun ini ditargetkan sebanyak 4.200 unit-4.500 unit hingga akhir tahun. Hingga kuartal I jumlah penjualan sudah mencapai 1.171 unit. Tahun ini, perusahaan juga akan mengeluarkan dua produk truk baru di pertengahan tahun dengan target penjualan hingga Desember sebanyak 950 unit. Direncanakan juga pada akhir tahun ini akan dirilis produk baru dengan target penjualan sebanyak 1.600-1.800 unit.

BERITA TERKAIT

Pemkot Depok Buka Bursa Modal Bagi Koperasi

Pemkot Depok Buka Bursa Modal Bagi Koperasi NERACA Depok - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok Jawa Barat…

Cari Modal di Bursa - Sentra Food Lepas 250 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sentra Food Indonesia Tbk akan mencari pendanaan di pasar modal lewat penawaran umum…

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…