Optimisme Investor Dongkrak Laju IHSG

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/11), ditutup melanjutkan penguatan seiring optimisme investor terhadap data ekonomi nasional. IHSG ditutup menguat sebesar 23,09 poin atau 0,40% menjadi 5.858,29. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,64 poin atau 0,61% menjadi 925,79.”IHSG melanjutkan penguatan di tengah penantian data neraca perdagangan dan kebijakan Bank Indonesia mengenai BI 7-Day Repo Rate,"kata Vice President Research Department, Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, investor optimistis data yang akan dipublikasikan itu mencatatkan hasil positif bagi perkembangan ekonomi nasional, dan Bank Indonesia akan mempertahankan BI 7-Day Repo Rate sehingga memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG. Sementara analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan kembali menguatnya rupiah terhadap dolar AS turut membantu IHSG bergerak positif.”Selain faktor rupiah, investor juga memanfaatkan harga saham emiten yang telah tertekan akibat sentimen penambahan bobot perhitungan terhadap indeks berdasarkan free float," ujarnya.

Frekuensi perdagangan saham kemarin, tercatat sebanyak 401.454 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,38 miliar lembar saham senilai Rp8,62 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 196 saham menurun, dan 113 saham tidak bergerak nilainya. Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup menguat 35,96 poin (0,16%) ke 21.846,48, indeks Hang Seng melemah 138,44 poin (0,54%) ke 25.654,43, dan indeks Strait Times melemah 10,41 poin (0,34%) ke posisi 3.043,19.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 22,52 poin atau 0,39% menjadi 5.857,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,16 poin atau 0,61% menjadi 925,75. Kepala Riset valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, pernyataan pemerintah mengenai kondisi perekonomian Indonesia yang bagus dan kredibel memberi kepercayaan investor dan berdampak positif terhadap IHSG.”Pemerintah menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh cukup baik di kisaran lima persen, diikuti penurunan pengangguran hingga mencapai 5,13%," paparnya.

Kendati demikian, dia mengatakan, pemerintah diharapkan terus menjaga kewaspadaan dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang dinamis.”Salah satu tantangan yang sedang dihadapi Indonesia adalah kebijakan normalisasi the Fed dan proteksionisme dagang Amerika Serikat (AS)," jelasnya.

Dia mengatakan, ketidakpastian akibat perang dagang saat ini mulai mengarah potensi keterlibatan Jepang. Sebelumnya AS telah berseteru dengan Tiongkok masalah perdagangan.

BERITA TERKAIT

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

Kuliner Jadi Andalan Kepri Dongkrak Pariwisata

Kuliner khas Kepulauan Riau menjadi sajian para peserta pertemuan Convention dan Workshop kolaborasi antara GIPI dan AAHRMEI di I Hotel…

DHE Wajib Simpan di Dalam Negeri, Investor Lari?

Oleh: Pril Huseno Dalam waktu dekat pemerintah akan mengeluarkan beleid Peraturan Pemerintah (PP) tentang kewajiban bagi para pengusaha (atau eksportir)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

Indosat Lunasi Obligasi Rp 224,59 Miliar

Meskipun performance kinerja keuangan masih negatif, kondisi tersebut tidak membuat PT Indosat Tbk (ISAT) untuk nunggak bayar obligasi yang jatuh…