Menawarkan Opsi Untuk Solusi Tepat - Country Manager ThoughtBuzz Indonesia : Abang Edwin SA

Neraca. Perkembangan media sosial seperti TV, Radio, surat kabar, majalah, Billboards, Email, Twitter, atau Facebook memang luar biasa pesat. Sebagai wadah yang mengekspresikan gairah masyarakat dalam menilai kebijakan, jasa atau produk tertentu, tentu penting diketahui kalangan pebisnis maupun lembaga pemerintah untuk mendeteksi pandangan masyarakat yang berkembang.

Solusi inilah yang ditawarkan ThoughtBuzz, sebuah perusahaan yang memberikan jasa pemantauan media sosial, yang akan membantu perusahaan dalam menangkap respon dan harapan konsumennya melalui analisa yang dilakukan dengan akurat dan tepat.

Country Manager ThoughtBuzz Indonesia Abang Edwin SA menuturkan bahwa impian banyak perusahaan dalam menjaga reputasi, kualitas produk, dan harapan kian berkembangnya bisnis yang digeluti dari masa ke masa adalah sebuah keniscayaan. “Begitupun dengan perkembangan social media di masyarakat yang turut mempengaruhi kemajuan perusahaan,” ungkapnya.

“Dapatkah Anda melihat peluang social media menjadi kekuatan dalam strategi pasar?,” ujar Edwin bertanya. Sebuah pertanyaan relevan pada upaya mempertahankan sebuah bisnis.

Perusahaan cerdik, kata Edwin, akan cepat menyadari bahwa pelanggan dan pengguna produk mereka (perusahaan) juga merupakan pengguna social media yang patut diperhitungkan. “Sudah saatnya celoteh-celoteh dari jejaring sosial, yang dapat mempengaruhi eksistensi sebuah bisnis atau produk justru menjadi sebuah kekuatan dalam menstrategikan pemasaran produk atau kebijakan pasar yang tepat,“ ungkapnya.

ThoughtBuzz bahkan telah mengembangkan untuk kali pertama, Social Customer Relationship Management (Social CRM), yakni sebuah komponen dalam platform satu sistem pengawasan yang memberikan gambaran analisa yang tepat dan menjadi infomasi yang sangat berharga bagi perusahaan pengguna jasa ThoughtBuzz.

Fitur Social CRM ThoughtBuzz akan mengintegrasikan rangkaian jejaring secara utuh menyangkut pangsa pasar. Dengan pengaruh social media, kata Edwin, maka istilah, menjadi di mana-mana, akan mengubah menjadi berada di mana-mana. “Karena ThoughtBuzz dapat membantu Anda memahami, di mana posisi produk dan jasa bisnis Anda di tengah masyarakat? Lalu apa yang harus Anda lakukan selanjutnya,” ungkapnya.

“Sistem ThoughtBuzz menghasilkan data grafik secara otomatis, fleksibilitas dan mendalam,” ujar Edwin. Sentiment Tagging dan Analysis,Topics dan Demographics Analysis, Workflow Management, Facebook Fan page, Twitter account Management, Key word Identification, Dashboard Management serta E-mail Alerts, menjadi bagian dari social media monitoring system yang ditawarkan ThoughtBuzz. Beberapa fitur dapat disaksikan di www.thoughtbuzz.net dan pr@thoughtbuzz.net.

Mantan Yahoo! Senior Community Manager ini menjelaskan bila peran media memang besar bagi pemasaran sebuah produk, namun untuk memasarkan melalui media tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit, karena itu perusahaan membutuhkan ketepatan dalam menentukan sebuah kebijakan atas produknya, terutama dalam strategi memasarkan produk.

Kemampuan ThoughtBuzz dalam menganalisa denyut pangsa pasar melalui social media bahkan telah dibuktikan. Sejumlah perusahaan ternama seperti; MNCs, SMEs dan organisasi pemerintah termasuk Cycle & Carriage, Borneo Motors, Johnson & Johnson, AirAsia, Tune Talk, Holiday Villa, Canon, Asia Pacific Breweries, ACE Group, SM Malls, Ion Orchard, Singapore Polytechnic, Public Utilities Board of Singapore, serta perusahaan iklan global Ogilvy & Mather, JWT, Weber Shandwick, Hanmer MSL, FulfordPR, IRIS Worldwide, menjadi bukti yang tidak terbantahkan.

Dengan alat pemantauan isu pada social media, kehadiran ThoughtBuzz cepat merambah di belahan Asia, seperti Malaysia, India dan Filipina.

Bagi ThoughtBuzz, Indonesia sebagai negara dengan basis pengguna Facebook kedua terbesar, dan pengguna Twitter ketiga terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai barometer yang tepat atas sejumlah produk terbaik di dunia.

Ia mencontohkan bila lebih dari satu miliar masyarakat berinteraksi melalui jejaring social di seluruh dunia dan mereka berpotensi untuk mempengaruhi sebuah produk yang dipasarkan, maka sebuah perusahaan dengan produk tersebut membutuhkan cara jitu untuk dapat mengetahui perkembangan atas produknya.

“Dan rasanya tidak mungkin perusahaan tersebut dapat melakukannya,” ujarnya. Karena itulah pihaknya hadir di Indonesia untuk memberi opsi agar perusahaan untuk mendapat gambaran secara utuh atas penilaian produknya di tengah masyarakat.

ThoughtBuzz, perusahaan swasta yang berbasis di Singapura memang tengah melirik Indonesia untuk menawarkan jasanya. Perusahaan yang mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2009 ini, memfokuskan core business-nya pada jasa pemantauan social media, yang kelak akan membantu perusahaan dalam memetakan strategi pemasaran produk dan jasa pada masa mendatang.

“Kami siap memberi opsi melalui analisa yang tepat sehingga perusahaan mampu menetapkan solusi yang tepat untuk kemajuan dan perkembangan bisnisnya,” ujar pria yang berpengalaman selama 10 tahun dalam dunia komunitas jejaring sosial ini.

Related posts