Pemerintah Siapkan Rekayasa Urai Kepadatan Tol Cikampek

NERACA

Bekasi - Pemerintah menyiapkan manajemen rekayasa untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu seperti dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi saat pemaparan di Bekasi, Rabu (14/11). Ia mengatakan bahwa langkah pertama adalah mengarahkan pengguna jalan tol untuk melintasi jalan nontol atau jalan alternatif.

"Jalan tol itu bukan satu-satunya jalan dari Bandung, Cikampek, Karawang ke Jakarta. Kami harapkan ada partisipasi masyarakat jangan memilih jalan tol, tetapi bisa melewati Kalimalang," katanya. Kemudian, langkah kedua adalah pengetatan peraturan angkutan barang yang kelebihan muatan dan dimensi (ODOL) karena masih banyak yang melanggar.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri), tercatat sebanyak 1.000 pelanggaran ODOL dalam sebulan. Pengetatan yang dimaksud adalah peningkatan pengawasan dari satu bulan tiga sekali menjadi seminggu."Kemudian metoda yang kami lakukan bagi pelangagran tidak hanya tilang, akan kami turunkan barangnya, keluarkan ke pintu tol yang terdekat," katanya.

Karena itu, Budi meminta opertor kendaraan barang atau truk logistik untuk bisa berkoordinasi dengan menaati peraturan tersebut. Dalam kesempatan sama, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihantono mengimbau masyarakat untuk memilih Jalan Kalimalang pada pukul 21.00 hingga pukul 05.00 pagi karena jalan tersebut sudah dipantau lengang.

Kemudian, lanjut dia, pada pukul 22.00 hingga pukul 05.00 pagi, pengerjaan jalan tol layang (elevated) tengah dilakukan. "Pada jam-jam segitu, jalan Kalimalang itu kosong dan di tol sedang puncak-puncaknya pembangunan infrastruktur," katanya.

Direktur Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan saat ini progres fisik pembangunan tol layang sudah 56 persen dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga tujuh bulan untuk bisa rampung dan digunakan sebagai tol fungsional pada saat arus mudik-balik Lebaran 2019. "Fokus-fokus kegiatan yaitu menaikan `box girder dan dalam sebulan lima hingga enam persen progresnya dikurangi dua minggu selama natal dan tahun baru," katanya.

Untuk itu, dia akan mengarahkan masyarakat pengguna tol untuk menggunakan jalan alternatif nontol."Terutama untuk kendaraan pribadi karena kami mengejar progres lima hingga enam persen itu selama satu bulan," katanya.

Selain itu, warga diimbau tidak menggunakan sejumlah pintu tol di jam yang sama. Pintu-pintu tol yang dimaksud adalah Gerbang Tol Cikarang Pusat; Gerbang Tol Cibatu; Gerbang Tol Cikarang Barat 1 dan 5; Gerbang Tol Cibitung 1 dan 2; Gerbang Tol Tambun 1 dan 2; Gerbang Tol Bekasi Timur 1 dan 2; Gerbang Tol Bekasi Barat 1 dan 2; Gerbang Tol Cikurnir 1, 2, dan 3; Gerbang Tol Pondok Gede Timur 1 dan 2; Gerbang Tol Pondok Gede Barat 1 dan 2.

Sebelumnya, pada Senin, 12 November 2018, kemacetan parah terjadi pada pukul 15.40 WIB dari arah Bekasi ke Jakarta. Kendaraan mengular hingga 10 kilometer. Untuk itulah, Kemenhub mengimbau warga untuk sementara beralih ke jalan arteri.

Progres Pembangunan

PT Bukaka Teknik Utama Tbk terlibat dalam pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Direktur Utama Bukaka, Irsal Kamarudin, mengatakan progres total proyek itu hingga Kuartal III-2018 telah mencapai 54%. "54% itu secara total, kalau pekerjaan Bukaka mungkin baru 42%," kata Irsal. Adapun Bukaka terlibat sebagai sub-kontraktor, di mana proyek ini dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk selaku kontraktor utama.

Proyek ini dimulai sejak 2017 dengan nilai kontrak Rp 13,53 triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2019. Waskita memiliki porsi pengerjaan sebesar 51% yaitu ruas dari Cikunir hingga Cikarang Utama sepanjang 19 kilometer. Sementara sisanya dari Cikarang Utama menuju Karawang Barat dikerjakan oleh PT Acset Indonusa Tbk.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar

Pemerintah Akan Terapkan B30 untuk Kurangi Porsi Impor Bahan Bakar  NERACA  Jakarta – Kepala Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Moratorium Hutan, Pemerintah Justru Terbitkan Izin 18 Juta Hektar

  NERACA Jakarta - Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Zenzi Suhadi, menyayangkan sikap pemerintah yang…

Usaha Rintisan - Pemerintah Terus Pacu Startup Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar menciptakan wirausaha rintisan (startup), termasuk untuk sektor kerajinan dan batik. Sebab, selama ini…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…