Pemprov Sumsel Prioritaskan Tanggulangi Kemiskinan Enam Kabupaten

Pemprov Sumsel Prioritaskan Tanggulangi Kemiskinan Enam Kabupaten

NERACA

Palembang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) akan memprioritaskan menanggulangi kemiskinan di enam kabupaten karena saat ini presentase kemiskinannya masih tinggi.

"Sesuai dengan visi dan misi untuk mengurangi kemiskinan, maka enam kabupaten akan menjadi prioritas,” kata Wagub Sumsel, Mawardi Yahya, di Palembang, Rabu (14/11).

Daerah yang menjadi sasaran penanggulangan kemiskinan itu yakni Kabupaten Musirawas Utara, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Lahat, Penungkal Abab Lematang Ilir dan Muaraenim.

Wagub Mawardi yang menjadi Ketua Tim Koordinasi Pengendalian Kemiskinan (TKPK)Sumsel itu mengemukakan, Pemprov setempat akan fokus dan intervensi dalam menanggulangi kemiskinan di enam kabupaten tersebut. Dia juga minta kepada para Bupati/Wali Kota agar mengurangi tingkat kemiskinan di daerahnya masing-masing melalui pemberdayaan ekonomi rakyat.

Pengentasan kemiskinan harus segera dilakukan oleh para kepala daerah, sebab jika kemiskinan tersebut tidak segera dikurangi, maka sangat bertentangan dan bertolak belakang dengan program Gubernur dan Wagub Sumsel.

Mantan bupati Ogan Ilir dua periode itu juga meminta agar BKKBN dapat bekerja sama dengan Pemprov Sumsel melalui Organisasi Perangkat Daerah(OPD) terkait dalam kegiatan pengentasan kemiskinan serta menyinkronkan dengan APBD provinsi setempat. Namun, lanjut dia, OPD agar segera mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepala daerah mengenai tingkat kemiskinan di daerahnya.

Selain itu, jika ada program kegiatan untuk lebih diarahkan dan difokuskan kepada enam daerah tersebut, tanpa mengabaikan daerah lainnya di Sumsel. Memang beberapa faktor yang ikut menentukan tingkat kemiskinan seperti diantaranya ketersediaan sarana infrastruktur dan lapangan kerja bagi masyarakat. Oleh karena itu pihaknya benar-benar berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial, dan lebih menekankan kepada program pro rakyat.

Wagub mencontohkan, jika kantung-kantung kemiskinan berada di wilayah bantaran sungai, seperti di kota Palembang misalnya, maka di daerah tersebut perlu dibuatkan program pemberdayaan ekonomi rakyat. Buatkan program bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, dibina kelompok-kelompok masyarakat seperti dalam bidang perikanan. Sementara BKKBN dapat ikut berpartisipasi dengan penyuluhan bagi masyarakat dengan mengatur jarak kelahiran. Ant

BERITA TERKAIT

LUCK Buka Cabang Ke-Enam di Batam

PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) bersama dengan Hewlett Packard (HP) merealisasikan pembukaan cabang keenam di Batam. Pembukaan cabang ini…

Ditopang Milenial Melek Investasi - Investor Sumsel Meningkat Empat Kali Lipat

NERACA Palembang –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan, jumlah investor pasar modal asal Sumatera Selatan…

Harga Cabai di Kabupaten Sukabumi Rp 75 Ribu Per Kilogram

Harga Cabai di Kabupaten Sukabumi Rp 75 Ribu Per Kilogram NERACA Sukabumi – Memasuki pekan ketiga Juli 2019, harga kebutuhan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jawab Permintaan Jokowi, PNM Keluarkan Program Mekaar Plus

Jawab Permintaan Jokowi, PNM Keluarkan Program Mekaar Plus NERACA Bukittinggi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan segera meluncurkan program…

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar

Hadir di GIIAS 2019, SBD Luncurkan Sejumlah Produk Inovatif Anyar  NERACA Jakarta, - Stanley Black & Decker (SBD), perusahaan perkakas…

PNM Suntik Modal, Aset BPRS Haji Miskin Melonjak Signifikan

PNM Suntik Modal, Aset BPRS Haji Miskin Melonjak Signifikan  NERACA Bukittinggi – Pasca PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menyuntikkan modal…