Kerugian PLN Hanya Sebatas Hitam di Atas Putih

Oleh: Wawan A, Mahasiswa FE Universitas Sebelas Maret

Kabar merugi datang dari sektor kelistrikan dalam negeri. Perusahan listrik negara (PLN) mengalami kerugian di kuartal III. Diketahui pada kuartal III, PLN mendapatkan pendapatan usaha sebesar Rp 200,9 triliun. Sementara untuk laba setelah subsidi sebanyak Rp 16,6 triliun. Sehingga kerugian berada pada rugi bersih tahun berjalan mencapai Rp 18,4 triliun.

Kondisi PLN ini bukan karena adanya manajemen yang buruk atau kebijakan yang tidak tepat sasaran. Subsidi lisrik juga bukanlah penyebab adanya kerugian dari PLN. Malah melalui subsidi rakyat sangat terbantu terutama rakyat tidak mampu. Pemerintah bertekad memberikan kesamarataan kepada seluruh rakyat Indonesia. hal ini salah satunya melalui dapat menikmati adanya listrik dengan tarif murah bagi pelanggan listrik yang tidak mampu. Oleh karena itu juga pemerintah pada Aprili 2018 lalu mengambil keputusan untuk tidak menaikan tarif listrik bagi golongan pelanggan bersubsidi.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, subsidi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tidak mampu. Oleh karena itu, pemerintah memberlakukan Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan juga mengakomodasi pengaduan. Kebijakan subsidi listrik tepat sasaran ini merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintah yang bertujuan memberikan bantuan bagi rumah tangga miskin dan tidak mampu untuk mendapatkan akses listrik dengan tarif yang murah. Serta, membantu mengentaskan kemiskinan.

Salah satu contoh nyata lainnya upaya pemerintah bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya adalah melalui program Indonesia Terang. Melalui program ini banyak wilayah yang dulunya tidak teraliri listrik kini tengah merasakan apa itu listrik. Misalnya program Indonesia Terang di Papua. Rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat saat ini baru mencapai 30,39%. Pada 2018, PLN telah berhasil melistriki sekitar 51 desa di Papua. Untuk itu PLN akan terus berupaya mempercepat pembangunan listrik desa di wilayah Indonesia timur tersebut untuk mencapai target 1.216 desa.

Melalui program Indonesia Terang pemerintah berupaya meningkatkan rasio elektrifitas. Saat ini rasio elektrifikasi sudah 97,13%, atau melampaui target tahun ini sebesar 97,5%. Adapun sampai akhir 2019 diperkirakan rasio elektrifikasi mencapai 99,9%.

Kebijakan Pemerintah di bidang kelistrikan sepenuhnya adalah upaya untuk melayani masyarakat. Karena listrik merupakan komponen kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka untuk membangun peradaban masyarakat yang lebih baik dan merata bagi seluruh rakyat Indonesisa di manapun, aliran listrik menjadi sangat penting.

Meskipun beredar kabar bahwa hal tersebut menyebabkan PLN merugi. Namun ternyata hal tersebut tidak mengganggu aliran listrik dan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

Penyebab membengkaknya kerugian PLN adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Karena data kerugian tersebut utamanya datang dari pembelian BBM dan gas, yang harganya lagi tinggi. Untuk gas, meski ada cap harga, tetapi harganya pun masih tinggi. Kemudian ditambah adanya Independent Power Producer (IPP) yang kontraknya pun dalam dolar AS.

Namun hal tersebut ternyata hanyalah dalam buku catatan atau unrealized coss. Jadi kerugian dengan jumlah sekitar 18 Triliyun tersebut tidak benar-benar terjadi dan hanya tercatat dalam buku keuangan tahunan. Pemerintah pun tentu telah memiliki langkah-langkah antisipatif jika PLN sudah memasuki masa rawan. Berbagai pihak pun menyatakan kondisi PLN masih sangat sehat dan PLN masih dapat mengaliri listrik dengan baik ke seluruh pelosok negeri.

BERITA TERKAIT

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Tak Kenal Lelah Melawan Kampanye Hitam

Entah sampai kapan kampanye hitam yang dilontarkan sejumlah negara barat terhadap minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia dilontarkan akan berakhir,…

Jika Presiden Tidak Turun Tangan, SP PLN Ancam Mogok Kerja - Permasalahan Di PLN

      NERACA   Jakarta - Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) mendesak Presiden Joko Widodo untuk turun…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Manfaat Fintech untuk Petani di Pedalaman

  Oleh: Archie Flora Anisa, GenBI Universitas Indonesia Hobat bin Luncat, seorang ketua adat dayak di desa Riam Durian, kecamatan…

Strategi Memperbaiki Layanan BPJS Kesehatan

  Oleh: Aura Nabila, Mahasiswi Ekonomi Syariah UII Pemerintahan era  Joko Widodo telah berupaya mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan melalui…

Manjakan Investor Dorong Ekspor

Oleh: Sarwani Kata ekspor sudah seperti mantra yang sering diucapkan untuk mengurai masalah kurangnya aliran dolar AS ke Tanah Air…