BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). “Bursa memandang perlu menghentikan sementara perdagangan saham TCPI sejak 14 November 2018 di pasar reguler dan pasar tunai," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dirimya menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan TCPI. Saham TCPI resmi tercatat dan resmi ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli 2018. Harga saham ini di pasar perdana ditawarkan pada level Rp 138/saham. Jika dihitung sejak IPO, harga saham TCPI tercatat naik 6.367,39%. Kenaikan harga saham tersebut sangat signifikan.

Saham ini juga telah beberapa kali masuk daftar unusual market activity (UMA). BEI sudah tiga kali menghentikan sementara perdagangan saham TCPI sejak tercatat di lantai bursa. Beberapa waktu lalu, TCPI baru saja menyampaikan keterbukaan informasi yang menyampaikan akan mengakuisisi PT Kanz Gemilang Utama (KGU) yang bergerak di bidang jasa pelayaran.

Aksi tersebut diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sehubungan dengan pembelian seluruh saham KGU tersebut pada 18 September 2018. Menurut perseroan, aksi ini merupakan transaksi afiliasi di mana antaraTCPI dan KGU dikendalikan oleh pihak yang sama dan juga berada di satu manajemen (sister company). Kenaikan harga saham yang signifikan tersebut telah membuat nilai kapitalisasi pasar saham TCPI sudah mencapai Rp 44,63 triliun. Sementara itu, nilai aset TCPI tercatat hanya senilai Rp 1,16 triliun.

BERITA TERKAIT

Pantau Keberlangsungan Usaha Emiten - BEI Cabut Kelonggaran Cicilan Bayar Listing Fee

NERACA Jakarta –Memberikan penegakan kedispilinan terhadap emiten yang lalai menunaikan kewajibannya membayar listing fee tahunan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Gelar Private Placement - Aperni Konversi Utang US$ 310 Jadi Saham

NERACA Jakarta –Dalam rangka restrukturisasi utang sebesar US$ 310 juta dan Rp 1,69 triliun, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk…

Penetrasi Pasar Internasional - FILM Akuisisi 50% Saham Mixx Entertaiment

NERACA Jakarta -PT MD Pictures Tbk (FILM) gencar melakukan ekspansi bisnis hingga ke kancah internasioal. Salah satu upaya MD Pictures…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…

Ditopang Penjualan Residensial - BSDE Targetkan Marketing Sales Rp 6,2 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Bumi Serpong Damai  Tbk (BSDE) memasang target marketing sales senilai Rp6,2  triliun.”Kami optimistis target…

WIKA Garap Proyek Bandara di Makassar

Pacu pertumbuhan kontrak baru, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selalu aktif dalam berbagao tender proyek pemerintah. Teranyar, perseroan ditunjuk…