Membangun Indonesia dari Perbatasan Hingga Daerah Terpencil

Oleh: Mariam Saroon, Pemerhati Sosial Ekonomi

Selama Jokowi memimpin bangsa ini, sadar atau tidak banyak sekali pencapaian yang belum dicapai oleh pemimpin terdahulu dan semuanya mampu terealisasikan oleh Jokowi. Perubahan ini juga bukan hanya isapan jempol semata. Yang biasa kita pahami kemajuan bangsa Indonesia hanya terfokus pada satu pulau yaitu Jawa karena memiliki jumlah penduduk yang banyak sehingga kebutuhan untuk mendapatkan dukungan juga besar.

Atas dasar pemikiran tersebut setiap Presiden di Indonesia dari periode ke periode jarang sekali yang memperhatikan Indonesia daerah pinggir. Namun sekarang sudah tidak lagi. Kita tidak bisa lagi memandang sebelah mata kemajuan yang dilakukan oleh Jokowi merata tanpa melihat berapa banyak jumlah penduduk di ujung sana.

Hal ini patut kita apresiasi dan hargai karena ini bukan omong kosong. Semua tergantung dari pemimpinnya. Indonesia sekarang bisa menjadi sebesar dan sebagus ini semua karena kemampuan leadershinp yang bijak, jujur, arif, dan kerja nyata. Bayangkan sebelum Jokowi, kursi RI 1 dipegang oleh SBY selama dua periode. Beliau seorang jenderal besar, dengan jumlah bintang yang banyak, ditambah waktu memimpin 2 periode yang sangat cukup untuk menjadikan Indonesia maju. Tapi apa fakta yang terjadi di lapangan. Daerah perbatasan tidak pernah terurus dan jelek. Jalan-jalan nasional penghubung antar provinsi seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua masih sangat memperhatinkan. Tambang emas Indonesia di Papua tetap dipegang oleh Amerika. Harga minyak di Papua tetap menjadi barang mewah dan mahal. Tapi semua kegagalan dan kekurangan itu tertepis habis oleh pemerintahan Jokowi di periode pertama.

Saya tidak memahami bagaimana bisa semua bukti kerja nyata yang diberikan Jokowi untuk bangsa ini dikatakan sebagai bahan kampanye. Seharusnya masyarakat khususnya pembenci Jokowi paham bahwa Jokowi tidak perlu kampanye semua sudah tahu semua pembangunan infrastruktur ini atas dasar kinerja Jokowi. Saya sangat prihatin dengan bangsa ini apabila masih ada masyarakat yang berfikir Jokowi tidak bisa memegang janji, Jokowi hanya bisa berbohong. Seharusnya kalian yang harus membuka mata dan bekerja ikut membangun bangsa, bukan hanya sekedar mengkritik, berkomentar, dan menjatuhkan.

Kalau Jokowi berniat pembangunan infrastruktur itu hanya dipergunakan untuk mencari suara pada pilpres 2019, itu mudah sekali. Beliau hanya tinggal memfokuskan pembangungan di Pulau Jawa untuk memperoleh jumlah suara terbesar. Tidak perlu melirik daerah-daerah pelosok lain dengan sedikitnya jumlah penduduk maka jumlah suara yang ada tidak memberikan pengaruh yang begitu besar. Pesan untuk masyarakat kita tidak boleh mudah bodohi. Karena apabila bodoh kita akan mudah untuk dimanfaatkan orang lain. Salah satu contohnya adalah dengan tidak memahami keberhasilan yang telah dicapai Jokowi, kemudian dengan mudahnya terhasut oleh oknum untuk menjatuhkan dan menyebar hoax tentang Jokowi.

BERITA TERKAIT

Pasar idEA 2019 Hadir Untuk Pertama Kalinya di Indonesia

NERACA Jakarta – Indonesia e-commerce Association (iDEA) atau Asosiasi E-commerce Indonesia bekerjasama dengan Traya Eksibisi Internasional akan menggelar pameran Pasar…

Tingkatkan Inklusi Keuangan Digital, OneAcademy Indonesia Luncurkan Platform DealShaker.ID

Tingkatkan Inklusi Keuangan Digital, OneAcademy Indonesia Luncurkan Platform DealShaker.ID NERACA Jakarta - Seiring dengan perubahan pola perilaku pasar atau shifting…

Produk Indonesia Jelajah Lebih dari 100 Negara

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku senang karena ada produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pilkada vs Hoax

  Oleh : Erina Novita, Mahasiswi Universitas Negeri Padang   Konsep demokrasi, meskipun dapat ditelusuri jauh ke belakang sampai pada…

Tepat Pemerintah, Atasi Dampak Negatif Kenaikan Tarif Pesawat

  Oleh : Abdul Aziz, Pengamat Jasa Transportasi   Sekarang, banyak sekali sektor yang bergantung pada dunia penerbangan, sebut saja…

Penugasan Khusus dan Relevansi Penghapusan Pajak BUMN

Oleh: Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi Polemik mahalnya tiket pesawat dengan menuding mahalnya harga avtur yang dijual oleh BUMN Pertamina bisa…