Kementan: Pasokan Jagung Dikuasai ‘Feed Mill’ Besar - PENYEBAB TINGGINYA HARGA JAGUNG DI DALAM NEGERI

Jakarta-Kementerian Pertanian mengungkapkan, pasokan jagung di Indonesia kebanyakan dikuasai oleh perusahaan pabrik pakan besar (feed mill). Penguasaan tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya harga jagung di dalam negeri saat ini. Menurut data BEI, di Indonesia ada dua perusahaan besar pakan ternak yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

NERACA

Tingginya harga jagung di dalam negeri belakangan ini dikeluhkan oleh kalangan peternak mandiri, ternyata menjadi dasar pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan impor jagung pakan ternak sebanyak 50.000 ton hingga 100.000 ton pada akhir tahun 2018. Hasil impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri. Pemerintah memutuskan kebijakan impor tersebut setelah rapat koordinasi (rakor) terbatas yang lakukan di Kemenko Bidang Perekonomian belum lama ini.

Kalangan peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mengungkapkan, harga jagung di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mencapai kisaran Rp5.000-Rp5.100 per kg. Sementara harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan hanya Rp4.000 per kg.

"Kalau Anda ke lapangan jagung itu sudah dipanjar (sudah dibeli dulu oleh feed mill), itu nyata," ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita seperti dikutip CNNIndonesia.com di Jakarta, Senin (12/11).

Bagi petani jagung, menurut dia, panjar tersebut tentu membuat mereka senang. Pasalnya, hasil produksi mereka dibeli oleh feed mill dengan harga lebih tinggi jika dibandingkan dengan peternak biasa.

Tapi, bagi peternak biasa (mandiri), masalah tersebut membuat mereka kesulitan. Maklum, masalah tersebut membuat peternak tak bisa mendapatkan kebutuhan pakan ternak dari petani dengan mudah. “Makanya kalau Bulog bisa beli atau intervensi, menyimpan misalnya 200 ribu ton untuk cadangan maka kekurangan pakan akan selesai," ujar Ketut.

Saat ini, belum ada pembatasan jumlah pembelian feed mill. Untuk itu, Ketut berharap Bulog bisa membantu menyerap jagung dari petani terlebih dahulu. "Bulog ini bumper, ya subsidi agar bisa bersaing dengan feed mill itu," tutur dia.

Lebih lanjut terkait usulan impor jagung sebesar 100 ribu ton, lelang yang dilakukan oleh Bulog diakui Ketut sudah selesai. Menurut dia, seluruh impor jagung nanti akan langsung disebar tanpa ditahan sedikitpun. "Sekarang harga jagung stabil tidak? Kalau tidak kan semakin cepat (disebar) maka makin stabil," ujarnya.

Namun, jika berbenturan dengan musim panen maka jumlah impor jagung yang disebar ke berbagai daerah juga diseimbangkan dengan jumlah panen jagung di daerah tersebut. Hal ini agar jagung lokal tetap terserap. "Kalau petani panen, jagung akan disimpan dulu di Bulog. Tapi kalau panen tidak cukup ya akan dikeluarkan," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin mengakui sekitar 70% pasokan jagung dibeli oleh industri atau perusahaan besar pakan ternak. Pabrik besar, menurut dia, lebih mampu menjangkau pasokan jagung yang hingga kini belum tersebar di seluruh Indonesia.

Penyerapan oleh industri inilah yang membuat harga jagung pakan merangkak hingga menembus Rp5 ribu per kg. Sementara peternak kecil, kian sulit menjangkau keberadaan jagung. "Saat ini sebenarnya di mana-mana panen, Mojokerto, Lamongan, Tuban, Probolinggo, Situbondo. Tapi itu belum bisa terjangkau oleh peternak," ujar Sholahuddin.

Dia tidak menampik bahwa kondisi ini membuat pasokan jagung menjadi terbatas untuk beberapa daearah. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak Agustus 2018. "Harga ini kan yang membentuk industri, sebenarnya petani itu harga Rp4.400 juga tidak apa, tapi industri menawarkan harga sampai Rp5 ribu ya petani senang," ujarnya.

Pembentukan harga diakui Sholahuddin terjadi begitu saja. Dia enggan menjawab gamblang apakah penawaran harga itu diberikan industri agar mereka lebih mudah menguasai pasokan jagung. "Saya tidak kalau strategi itu, pokoknya di industri pembelian harga tinggi," jelas Sholahuddin.

Sebelumnya, Ketut mengakui keputusan impor jagung tersebut sudah disepakati oleh beberapa kementerian terkait. Mengenai skemanya nanti akan diserahkan melalui Perum Bulog. "Artinya bulog ditugaskan menteri BUMN sudah seperti itu aturannya," ujarnya.

Ketut mengatakan, keputusan impor jagung ini juga sebagai pertimbangan atas harga jagung yang saat ini kian melambung. Akbitanya sejumlah peternak pun banyak yang merasakan keberatan. "Jagung kan mahal nih. Supaya biar terjangkau misalnya harganya sampai Rp 4.000 per kg kan sesuai HPP (Harga Pokok Penjualan) maka diintervensi," tutur dia.

Sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukita memastikan jagung impor untuk pakan bakal dijual Rp4 ribu per kilogram (kg) kepada peternak mandiri. Hal tersebut, menurut Enggar, diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) pekan lalu yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution dan turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. "Hasil rapat menugaskan Bulog untuk menyelenggarakan impor, dengan harga jual Rp4 ribu af gudang Bulog kepada peternak mandiri," ujarnya, Jumat (9/11).

Enggar melanjutkan total impor jagung pakan disepakati sebanyak 100 ribu ton. Pada tahap awal, BUMN bakal mengimpor jagung pakan 70 ribu ton. Paling lambat, puluhan ribu ton jagung itu ditargetkan masuk pada 20 Desember 2018. "Sesuai usulan Kementan bahwa kita impor 100 ribu ton (jagung pakan) dan itu keputusan rakortas atas usulan Mentan," ujarnya.

Selanjutnya Bulog akan mendatangkan jagung dari Argentina dan Brazil. Informasi itu disebut dalam surat resmi perusahaan yang ditujukan bagi eksportir jagung.

Distribusi Tidak Merata

Kementerian Pertanian sendiri mengklaim kelangkaan jagung khususnya di Pulau Jawa disebabkan distribusi tidak merata. Di samping itu, petani jagung juga menghadapi kendala dari beban ongkos angkut dari wilayah panen yang beradai di Sulawesi ke Pulau Jawa.

Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, keputusan impor jagung pakan ternak hingga mencapai 100.000 ton merupakan usulan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Keputusan itu dianggap penting di tengah kenaikan harga jagung saat ini. "Ya jadi, jagung itu harganya naik. Padahal itu diperlukan dan Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) mengusulkan ada impor. Dan itu perlu cepat untuk perusahaan peternakan kecil menengah. Terutama peternakan telur," ujarnya.

Namun saat ditanya mengenai detail waktu impor jagung, Darmin tidak menjawab secara tepat. Dia justru melimpahkan itu semua kepada Perum Bulog yang ditunjuk untuk melakukan impor. "Ya secepatnya. tapi Bulog yang akan melakukan impor. Ya pokoknya Bulog secepatnya," ujarnya.

Sebelumnya, kalangan peternak mengeluhkan harga jagung yang terus naik dan stok yang minim di pasar. Melihat tren iklim, dan kondisi perjagungan nasional, dikhawatirkan akan terjadi krisis pasokan jagung untuk pakan.

Padahal, tinggi harga pakan berdampak pada tingginya harga ayam dan telur. Peternak pun meminta pemerintah memperhatikan soal harga dan stok ini, dengan membuat data yang akurat. "Keberadaan stok jagung berapa, dibandingkan kebutuhan kita berapa, serta produksi kita per bulan berapa. Cadangan kan tidak ada, Bulog kan tidak ngumpulin jagung," ujar Presiden Peternak Layer (ayam petelur) Nasional Ki Musbar Mesdi, pekan lalu.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, keputusan impor atau tidaknya harus melalui rekomendasi Kementerian Pertanian. Setelah mendapatkan rekomendasi Kementerian Pertanian, impor pun tidak serta merta langsung bisa dilakukan.

Pasalnya impor harus diputuskan bersama. Keputusan akhir impor dilakukan melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Menko Perekonomian. "Pengajuan dari Kementerian Pertanian, sejauh ini kan tidak ada perintah (untuk impor jagung) jadi kami tidak mengeluarkan (izin impor jagung)," ujarnya, belum lama ini. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

Harbolnas 2018, TCL Bersama Lazada Gelar Diskon Besar Besaran

Harbolnas 2018, TCL Bersama Lazada Gelar Diskon Besar Besaran NERACA Jakarta - Hari belanja online nasional (Harbolnas) menjadi momen yang…

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

DJP TERIMA DATA DARI SWISS PADA SEPTEMBER 2019 - KPK: Pasar Modal Rentan Kegiatan TPPU

Jakarta-Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pasar modal merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU).…

LBH Minta OJK Tuntaskan Kasus Fintech - LBH DAN YLKI TERIMA BANYAK PENGADUAN PINJAMAN ONLINE

Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta diketahui telah menerima pengaduan 1.330 korban pinjaman online selama kurun waktu 4-25 November 2018.…