Saham SOSS Masuk Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan status unusual market activity (UMA) pada saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) lantaran adanya peningkatan harga dan aktivitas saham SOSS yang di luar kebiasaan. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengwasan Transaksi BEI, sehubungan dengan terjadinya unusual market activity atas saham SOSS tersebut, perlu disampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham perseroan. Oleh karena itu investor berharap untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan penjelasan yang dilayangkan oleh BEI dan mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan keputusan investasi. Asal tahu saja, sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Shield-On Service Tbk pacu ekspansi bisnis dengan rencana mengakuisisi perusahaan jasa tenaga kerja yaitu PT Human Resource Provider (HR Pro). Dimana akuisisi tersebut akan memperbesar porsi pendapatan perseroan dari segmen penyedia jasa tenaga kerja.

Direktur Keuangan Shield-On Service, Prasetyo Wibowo pernah bilang, akuisisi perusahaan jasa tenaga kerja akan digunakan dana dari hasil penawaran umum saham perdana atau IPO yang didapatkan sebesar Rp 41,25 miliar. Asal tahu saja, perseroan menganggarkan 20,61% dari dana IPO atau sekitar Rp8,5 miliar untuk mengakuisisi HR Pro.“Sebagian dana IPO akan kami gunakan untuk melakukan penyertaan pada perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis yang sama dengan kami,”ujarnya.

Prasetyo menyampaikan, perseroan ingin fokus memperbesar bisnis tenaga kerja karena memiliki nilai tambah yang cukup tinggi. Dengan mengakuisisi 50% saham pada HR Pro, perseroan akan mengantongi tambahan omzet Rp200 miliar—Rp300 miliar pada konsolidasi. Oleh karena itu, dirinya menyebut pada tahun ini nilai penjualan perseroan akan terkerek hingga 50% setelah tahun-tahun berikutnya tumbuh 5%—10%. Setelah masuk ke konsolidasi, pendapatan perseroan pun akan kembali ke level tersebut.

BERITA TERKAIT

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…