Unilever Bagikan Dividen Rp 3,12 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2018 kepada para pemegang sahamnya senilai Rp 410/saham dengan total unit saham sebanyak 7,63 miliar. Direktur & Sekretaris UNVR, Sancoyo Antarikso dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa nilai total dari dividen interim tersebut yakni Rp 3,12 triliun yang berasal dari laba bersih perseroan per tanggal 30 Juni 2018.

Disampaikannya, pengeluaran atas dividen interim dan pelaksanaan pembagian dividen interim telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perseroan. Pembagian cum dividen untuk perdagangan di pasar Reguler dan pasar Negosiasi dilakukan pada 15 November 2018. Sedangkan pembagian ex dividen dilakukan pada 16 November 2018 dan pelaksanaan pembayaran dividen interim dilakukan pada 5 Desember 2018.

Nama-nama pemegang saham yang tercatat hingga tanggal 21 November 2018 berhak memperoleh dividen interim yang dibagikan oleh perseroan. Sebagai tambahan informasi, sepanjang semester I-2018 perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp 3,62 triliun. Sedangkan hingga kuartal III-2018 perseroan mengantongi kenaikan laba bersih pada kuartal III-2018 sebesar 39,7% menjadi Rp 7,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, perusahaan mencatat penjualan bersih mengalami peningkatan sebesar 5,5% menjadi sebesar Rp 31,5 triliun dari periode sembilan bulan di tahun sebelumnya. Secara spesifik, penjualan di kuartal ketiga tahun ini saja bertumbuh Rp 10,3 triliun dibanding dengan kuartal sebelumnya. Baru-baru ini perusahaan juga melakukan penjualan untuk aset kategori Spreads dengan nilai transaksi bersih mencapai Rp 2,8 triliun.”Di tengah kompetisi yang intensif seperti saat ini, kami berusaha untuk selalu meningkatkan daya saing kami di pasar dengan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan,”ujar Sancoyo.

Perusahaan terus berinovasi dengan menjangkau kebutuhan konsumen dan segmentasi pasar yang berbeda-beda. "Kami memiliki komitmen untuk terus tumbuh di Indonesia, untuk itu kami akan terus memahami konsumen, menganalisis pergeseran perilaku dan preferensi konsumen untuk dapat mengembangkan inovasi yang secara jitu menjawab kebutuhan mereka,"paparnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun. Belanja modal itu untuk melancarkan ekspansi bisnis untuk mendukung ekspansi pada pabrik yang sudah ada dan penambahan ice cream cabinet di pasaran. Ekspansi pabrik antara lain peningkatan teknologi, riset produk dan penanganan limbah. Unilever juga akan meluncurkan produk baru serta relaunch produk.

Kata Sancoyo, ekspansi Unilever tahun ini lebih berfokus untuk memahami kebutuhan konsumen dan menyiasati portofolio. “Yang secara terus menerus kami lakukan ialah melihat portofolio kami, apakah ada gap yang perlu diisi. Unilever baru saja meluncurkan varian baru dari dove yang berbasis natural, karena ada kebutuhan dan kecenderungan konsumen terhadap produk-produk yang proposisi nya bersifat natural,"ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Likuiditas Seret - Bank Mayapada Batal Bagikan Dividen Interim

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan menjaga likuiditas keuangan, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menggagalkan rencananya untuk membagikan dividen interim tahun…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…