Menteri LHK - Masyarakat Indonesia Gunakan 9,8 Miliar Kantung Plastik

Siti Nurbaya

Menteri LHK

Masyarakat Indonesia Gunakan 9,8 Miliar Kantung Plastik

Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengatakan, masyarakat Indonesia menggunakan sekitar 9,8 miliar lembar kantung plastik setiap tahunnya. Hal itu dikatakannya saat membuka acara Konferensi Meja Bundar untuk Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (APRSCP) ke-14 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (12/11).

Dari jumlah itu, hampir 95 persen akan berakhir menjadi sampah."Padahal sampah plastik merupakan sampah yang dapat mencemari lingkungan karena plastik itu bahan yang sulit terdegradasi," kata dia.

Bahkan, menurut dia, sebagian sampah plastik tersebut akan berakhir di laut. Hal ini akibat dari kesadaran masyarakat Indonesia yang masih rendah dalam memelihara lingkungan."Ini akibat gaya hidup masyarakat kita yang belum bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujar dia.

Pertemuan APRSCP ini digunakan untuk mewadahi kerja sama para pemangku kepentingan dalam mendorong konsumsi dan produksi yang berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik. Menurut dia, isu global soal lingkungan saat ini tidak hanya perubahan iklim, melainkan juga isu penggunaan merkuri dan sampah laut.

Dalam kesempatan itu, Siti mengajak para delegasi untuk mengingat kembali Deklarasi Rio 1992 bahwa prasyarat untuk pembangunan berkelanjutan adalah dengan mengubah pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan."Dalam menindaklanjuti tantangan lingkungan, kita harus saling mengingatkan bahwa prasyaratan untuk pembangunan berkelanjutan adalah mengubah pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, mengubah praktek rutin, kebiasaan atau gaya hidup," ujar dia.

Untuk mewujudkan perubahan perilaku di pemerintahan, dunia bisnis dan masyarakat secara sistematis, integratif dan masif, kata Siti, maka seluruh pemangku kepentingan perlu didorong untuk memunculkan agen-agen perubahan di Indonesia maupun di kawasan Asia Pasifik.

Selain menggelar pertemuan APRSCP, Indonesia juga mengadakan Pameran dan Forum Efisiensi Sumber Daya Indonesia ke-2 yang juga bertempat di Balai Kartini.

Agenda APRSCP adalah untuk mewujudkan perubahan. Perubahan yang dimaksud yakni perlunya peran pemerintah dalam mengutamakan kebijakan konsumsi dan produksi berkelanjutan, baik kepada bisnis dan masyarakat melalui inovasi, berbagi pengalaman serta melakukan implementasi nyata di lapangan untuk berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs). Ant

BERITA TERKAIT

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Menkumham: Pemerintah Terus Tingkatkan Akses Keadilan Bagi Semua

Menkumham: Pemerintah Terus Tingkatkan Akses Keadilan Bagi Semua NERACA Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly…

KPPU Sidangkan Perkara Persekongkolan Tender Jalan di Bantaeng

KPPU Sidangkan Perkara Persekongkolan Tender Jalan di Bantaeng NERACA Makassar - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyidangkan perkara dugaan persekongkolan…

Pengamat: Seleksi Cakim MK Oleh DPR Hanya Setengah Hati

Pengamat: Seleksi Cakim MK Oleh DPR Hanya Setengah Hati NERACA Jakarta - Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) Fakultas…